Hello,

Reader

Polda Metro Maksimalkan Peran Patroli Polsek dan Polres Cegah Kejahatan
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono
Polda Metro Maksimalkan Peran Patroli Polsek dan Polres Cegah Kejahatan

Jakarta, HanTer - Berbagai aksi kejahatan yang marak akhir-akhir ini, tak lepas dari masalah sosial, diantaranya minimnya lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan daya beli masyarakat, serta tidak mampunya pemerintah menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, semakin membuat masalah di negara ini semakin pelik untuk diselesaikan.

Kondisi ini diperparah dengan ulah nekat para pelaku kriminal, khususnya di Ibu Kota yang tidak segan menghilangkan nyawa korbannya demi tercapai aksi bejat dan tanpa ampun.

Tercatat berbagai kejahatan sadis di wilayah hukum Polda Metro Jaya, membuat masyarakat tersentak kaget ketakutan lantaran para korban tewas dengan cara mengenaskan. Dari kejahatan perampok, pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) hingga kejahatan jalanan yang menelan korban jiwa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya selalu memaksimalkan peran Patroli di berbagai kawasan DKI Jakarta atau yang masuk wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Patroli baik itu dari Polda Metro Jaya, seluruh Polres dan Polsek selalu kita maksimalkan, guna melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi kejahatan," ujar Argo kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menerangkan, selain Patroli yang sudah menjadi tugas rutin, pihak kepolisian dalam hal ini Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), juga sangat berperan pencegahan dini agar aksi kejahatan tidak terjadi. Termasuk kerjasama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI.

Tak hanya itu, Argo menambahkan, kepolisian juga terus berupaya, menghimbau dan melakukan komunikasi yang intens, agar bagaimana warga masyarakat mampu menjaga diri sendiri untuk tidak menjadi target dari aksi kejahatan. "Memberdayakan masyarakat untuk menjaga sendiri seperti Satpam dan lain-lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya meningkatkan operasi di tingkat polda dan polres. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan, dalam satu bulan pihaknya menangkap 243 orang tersangka kriminalitas.

Dari jumlah itu, empat orang dilakukan tindakan tegas terukur seperti ditembak di bagian kaki. "Kegiatan selama sebulan sejak 10 Juli sampai 10 Agustus 2019," ujar Gatot. Dimana selama operasi itu, polisi juga menangkap sekitar 200 orang yang kemudian kemudian mendapat pembinaan atau dipulangkan. Ia memberi contoh, jika ada sekelompok orang yang diduga akan melakukan tawuran atau kebut-kebutan, yang ketahuan membawa senjata tajam oleh polisi akan diproses.

"Kalau yang tidak, ya dipulangkan," ujar Gatot.

Selama operasi, ujar Edy, pihaknya menyita 210 barang bukti, yang di antaranya tujuh pucuk senjata api, 26 unit senjata tajam, 23 peluru, 52 sepeda motor, 12 mobil, 98 ponsel, 12 laptop, 172,39 gram ganja dan uang tunai sebesar Rp 89.460.000.

Gatot mengatakan jenis kasus yang ditangani Polda Metro Jaya beragam. Mulai dari pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, perjudian, kepemilikan senjata tajam, pemerasan dan premanisme, pembunuhan, hingga penyalahgunaan narkotika.

Edy mengklaim, jumlah kejahatan yang diproses selama sebulan terakhir menurun dibandingkan periode sebelumnya. Namun, dia tidak menyebutkan angkanya. “Ini akan kita lakukan secara terus menerus," terang Edy.

Sebelumnya, Kadiv Humas Putri, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, dalam melakukan pencegahan dan penindakan aksi kriminal, menggunakan kemajuan teknologi.

"Apabila semua teknologi keamanan digunakan, maka tugas Kepolisian akan sangat terbantu, karena sudah banyak kasus kejahatan bisa terungkap dengan menggunakan teknologi," ujar Iqbal.

Kendati belum maksimal, menurut Iqbal, instrumen teknologi sudah menjadi kebutuhan menyusul keinginan mendapatkan rasa aman bagi masyarakat yang sangat tinggi. Selain itu, teknologi digital bidang keamanan sudah menjadi bagian penting bagi masyarakat Jakarta sebagai kota pintar (smart city).
 


#PoldaMetroJaya #GatotEddyPramono #ArgoYuwono

Komentar Anda
Komentar