Hello,

Reader

Pemanfaatan HAPs Guna Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi di Indonesia
Pemanfaatan HAPs Guna Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi di Indonesia

Bandung, HanTer -  Kedaulatan dalam bidang teknologi telekomunikasi menjadi sangat penting di era digital saat ini. Negara yang tidak memiliki kedaulatan telekomunikasi maka praktis akan menjadi sasaran serangan serangan siber, seperti  penyadapan, peretasan, pembocoran informasi dan sebagainya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator, Bidang Politik, Hukum dan Keamanan ( Kemenko Polhukam) pun menggagas Forum Konsultasi Komunikasi  mengenai Pemanfaatan Wahana Dirgantara Super (HAPs) Sebagai Teknologi Pendukung Jaringan Aman Mandiri Dalam Mewujudkan Kedaulatan Informasi Negara, Senin (26/8/2019) kemarin.

Forum Konsultasi ini merupakan tindak lanjut dari Focus Grup Discussion yang diselenggarakan di Jogyakarta, dengan tema “ Merevival  Kedaulatan Telekomunikasi Pemerintah Dalam Rangka Mewujudkan Keamanan Informasi Nasional”. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan unsur pemerintah, swasta/industri, akademisi dan masyarakat.

Deputi VII Bidang Koordinasi  Komunikasi, Infromasi dan Aparatur, Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Marsda TNI Budi Rus Nurhadi Sutejo mengatakan, acara Forum Konsultasi dan Komunikasi bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan dan pemanfaatan teknologi pendukung Wahana Dirgantara Super (High Altitude Platform System - HAPs) bagi kepentingan jaringan aman mandiri dan dampaknya bagi perkembangan industri telekomunikasi dalam negeri.

Seperti diketahui HAPs merupakan salah satu alternatif wahana teknologi telekomunikasi pada era digital. HAPS mampu mengangkut berbagai jenis teknologi telekomunikasi broadband. Dalam peraturan ITU, HAPs merupakan  stasiun yang berlokasi pada ketinggian 20 hingg 50 km pada titik spesifik, nominal, dan fixed dari permukaan bumi. Dari hasil kajian HAPs menjadi solusi alternatif untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi terrestrial.

"Wujud HAPs bisa berupa pesawat, unmanned aerial vehicle (UAV) ataupun balon udara," ujar Marsda TNI Budi Rus Nurhadi Sutejo dalam keterangannya,   Rabu (28/8/2019).

Marsda TNI Budi menyebut,
HAPs dinilai memiliki kemudahan dalam penempatan, fleksibilitas, biaya operasional rendah, delay propagasi rendah, sudut elevasi lebar dan cakupan luas. Selain itu secara teknologi, HAPS memiliki potensi sebagai backbone komunikasi pita lebar untuk menjangkau daerah rural. Penempatan HAPs sebagai stasiun telekomunikasi non-terrestrial berada pada lapisan stratosfer.

"HAPs dianggap tidak membahayakan lalu lintas penerbangan sipil karena berada pada posisi di atas batas ketinggian maksimal pesawat terbang komersil," tandasnya.

Lebih lanjut Marsda TNI Budi mengatakan, HAPs memiliki potensi yang besar sebagai teknologi penunjang dalam mendukung infrastruktur jaringan aman pemerintah, karena dapat menjadi backhaul/backbone jaringan aman selain satelit. HAPs juga dipercaya mampu menumbuhkan industri telekomunikasi dalam negeri serta mengakselerasi penguasaan industri dirgantara yang strategis oleh bangsa Indonesia.

"Karena itulah dalam forum konsultasi komunikasi ini akan dikaji secara lebih luas bagaimana pemanfaatan HAPs dalam mendukung jaringan aman mandiri. Dari acara konsultasi dan komunikasi  ini diharapkan pemerintah ke depan bisa memperbaiki regulasi konsep pemanfaatan teknologi wahana dirgantara super untuk mendukung jaringan aman mandiri,” pungkasnya.



#Teknologi #informasi

Komentar Anda
Komentar