Hello,

Reader

Tak Mau Ditilang Motor Dibakar; Gara-gara Uang Rp15 Ribu AA Tega Bunuh Nenek Iyah
Ilustrasi (ist)
Tak Mau Ditilang Motor Dibakar; Gara-gara Uang Rp15 Ribu AA Tega Bunuh Nenek Iyah

Gara-gara kesal kesal ditagih utang Rp15 ribu, seorang pemuda berinisial AA (22) nekad membakar nenek Iyah (60) di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat

"Motifnya pengakuan dari tersangka ini karena ditagih utang Rp15 ribu oleh korban," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat jumpa pers pengungkapan kasus membakar seorang nenek di Banjarwangi, Garut, Senin (16/9/2019).

Ia menuturkan, tersangka inisial AA (22) ditangkap ketika hendak melarikan diri, Minggu (15/9) kemudian petugas menembak bagian kakinya karena berusaha melawan petugas. "Karena ada perlawanan kita lakukan tindakan terukur," katanya.

Pengakuan tersangka, kata Kapolres, karena korban menagih utang kepada ibu pelaku sebesar Rp15 ribu, kemudian pelaku tidak terima perbuatan korban yang menagih utang kepada ibunya. "Mungkin karena ada bahasa yang tidak enak, lalu anaknya tidak terima dan membunuh korban," katanya.

Kapolres mengungkapkan, korban yang menagih utang itu terjadi pada dua pekan sebelum kejadian pembunuhan.

Pelaku, kata dia, melakukan rencana untuk membunuh korban dengan cara melukai korban dengan golok, setelah diketahui tidak bergerak, korban dibawa ke gubuk lalu dibakar.

"Jadi korban diketahui tidak bergerak, setelah itu dibawa ke gubuk lalu dibakar," katanya dilansir Antara.

Akibat perbuatannya itu pelaku ditahan di Markas Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut, berikut mengamankan barang bukti berupa golok, sepatu boot, celana, kaos dan korek api gas yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya. 

Bakar Motor

Muhadi (20) warga Desa Karangsari, Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, membakar sepeda motor miliknya karena tidak terima ditilang petugas yang saat itu melakukan razia di Jalan Raya Bandung-Cianjur.

Aksi bakar sepeda motor tersebut, menjadi pusat perhatian warga sekitar dan penguna jalan, sehingga mengakibatkan arus lalulintas dari kedua arah sempat terganggu dan kembali normal setelah petugas berhasil memadamkan api.

Kapolsek Ciranjang, Kompol Kuslin pada wartawan Senin, mengatakan peristiwa pembakaran sepeda motor oleh pemiliknya itu, berawal ketika pengendara diberhentikan petugas karena tidak mengunakan helm dan sepeda motor tidak terpasang plat nomor.

"Mendapati pengendara berboncengan tanpa helm dan tidak ber plat nomor, langsung dihentikan pertugas. Pengendara sempat berdalih kalau surat kendaraan tertinggal dan lupa memakai helm," katanya dilansir Antara.

Selang beberapa saat, datang orangg tua pengendara dan menyatakan kalau sepeda motor tersebut tidak bersurat alias bodong, sehingga petugas terpaksa mengamankan sepeda motor tersebut.

Saat petugas tengah menjelaskan hal tersebut pada orang tuanya, tiba-tiba pengendara membuka slang bensi dibagian karburator dan langsung menyalakan api, sehingga api dengan cepat membakar sepeda motor berwarna kuning itu.

Dihadapan petugas Muhadi berdalih lebih baik membakar sepeda motor dari pada dibawa petugas karena tidak terima sepeda motornya ditilang dan diamankan karena tidak dapat menunjukan surat-surat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan pengendara akhirnya menyadarai kesalahannya, sehingga kami pulangkan. Kami mengimbau agar pengendara selalu melengkapi surat-surat saat membawa kendaraan," katanya.



#tilang #pembunuhan

Komentar Anda
Komentar