Hello,

Reader

Romahurmuziy Diare, Sidang Eksepsinya Terpaksa Ditunda
Terdakwa suap Kemenag Romahurmuziy
Romahurmuziy Diare, Sidang Eksepsinya Terpaksa Ditunda

Jakarta, HanTer - Akibat sakit mencret-mencret yang diderita terdakwa kasus suap jual beli jabatan, mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy, membuat Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi, menunda sidang eksepsi yang seharusnya digelar, Rabu (18/9/2019).

Sebelumnya Majelis Hakim sudah membuka agenda pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari Rommy, sebagai balasan atas dakwaan JPU Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, agenda tersebut ditunda karena Rommy mengaku tidak sehat.

Ketika sidang baru dimulai, Hakim Fazal Hendri menanyakan kondisi terdakwa Rommy, apakah siap untuk mengikuti sidang eksepsinya.

"Assalamualaikum.., yang mulia. Saya hari ini dalam kondisi tidak sehat. Sebenarnya tadi saya juga tidak akan berangkat. Tapi saya menghormati JPU (Jaksa Penuntut Umum) yang menjemput kami di rutan, maka kami berangkat," ujar Rommy kepada Hakim.

"Dari sejak kemarin sampai tadi pagi saya buang-buang air yang mulia. Diare. Jadi sebentar-sebentar harus ke kamar mandi,” bebernya.

Hakim lalu menanyakan kepada Rommy apakah bisa mengikuti sidang pembacaan eksepsi?

"Tidak bisa yang mulia," jawab Rommy.

Kemudian Hakim bertanya kepada  penasihat hukum Rommy, untuk meminta pertimbangan. Maqdir Ismail pun meminta sidang eksepsi agar ditunda.

"Karena memang yang akan disidangkan adalah terdakwa. Ketika terdakwa tidak siap mengikuti sidang ini, lebih baik ditunda. Menurut hemat kami begitu yang mulia," kata Maqdir.

Sementara JPU dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Yunarwanto meminta persidangan tetap dilanjutkan.

"Pagi tadi, kami sudah minta dokter rutan periksa kesehatan. Dari pemeriksaan yang kami terima, disimpulkan layak menjalani persidangan," ungkap JPU Wawan.

Namun, Jaksa Wawan tetap menyerahkan keputusan kepada majelis hakim. Setelah majelis hakim bermusyawarah, akhirnya diputuskan sidang ditunda.

Alasannya, berkas eksepsi Rommy cukup tebal. Dari penasihat hukum teradapat berkas eksepsi setebal 70 halaman. Sementara eksepsi Rommy secara pribadi, mencapai 29 halaman.

"Jadi kami tunda sajalah sampai hari Senin pekan depan,” terang Hakim Fazal, dimana seperti diketahui dakwaan KPK juga menyebutkan Menteri Agama Lukman dan Rommy menikmati uang sebesar Rp 325 juta, dalam memuluskan jabatan Haris Hasanuddin untuk menjadi Kakanwil Jawa Timur dan kasus ini ikut menyeret nama Khofifah Indar Parawansa.


#Romahurmuziy #OTTKPK #LukmanHakimSaifuddin

Komentar Anda
Komentar