Hello,

Reader

Heboh dan Kontroversi, Film The Santri Dinilai Merusak Citra Santri 
Heboh dan Kontroversi, Film The Santri Dinilai Merusak Citra Santri 

Jakarta, HanTer - Belum usai masalah yang melanda Livi Zheng yang dikritik habis oleh para sineas senior Indonesia, kini muncul perkara baru. Ya, sutradara yang mengklaim masuk nominasi Oscar itu dipercaya menggarap film The Santri bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Anehnya, belum juga tayang dibioskop, trailer film ini sudah menuai protes dari berbagai kalangan karena dianggap tidak mencerminkan kehidupan santri sesungguhnya. Bahkan, Ustad Abdul Somad (UAS) menyoroti adegan dua santri yang masuk ke dalam gereja yang dinilainya haram.

“Haram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain. Saya enggak nonton film ini sampai habis, baru nonton trailernya tapi di dalam itu yang bisa saya komentari, masuk ke rumah ibadah karena Nabi tak mau masuk ke dalam tempat yang di dalamnya ada patung berhala. Maka dalam Islam, Mahzab Syafi'i mengharamkan masuk ke dalam rumah ibadah yang di dalamnya ada berhala,” kata Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video yang dikutip Harian Terbit, Jumat (20/9/2019).

Menurut pria asal Sumatera Utara yang biasa disapa UAS itu, seharusnya mayarakat dapat membedakan sikap toleransi antar agama agar tak terlalu kebablasan. UAS pun menilai para santri atau yang pernah menimba ilmu di pesantren ketika menonton Film The Santri bukan lagi dianggap sebagai santri.  

“Jangan karena toleransi mengorbankan keyakinan dan akidah. Dan orang-orang yang pernah di pesantren ketika menonton itu, ini bukan lagi anak pesantren karena anak pesantren tak begitu,” lanjutnya.

Bukan itu saja, UAS juga berkomentar mengenai aksi saling tatap yang dilakukan sepasang santri dan santriwati. UAS pun kembali menilai bahwa adegan ini bertentangan dengan nilai-nilai Agama Islam.

"Kita jaga anak cucu kita dari perbuatan maksiat. Bahwa ada misi-misi seseuatu di balik ini semua, Allah maha mengetahui,” tambah UAS. 

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga dikenal dengan sebutan 'Panglima Santri' punya pendapat sendiri.

"Aku belum menyarankan nonton film The Santri karena aku belum tahu kualitas dan isinya, karena tidak ada yang kasih tau apa isinya ke #panglimasantri. Yang gak suka dengan film ini apa sudah nonton? Kalo gak suka ya bikin aja film sendiri..! Gitu aja kok repot !" cuitnya melalui akun Twitter @cakimiNOW, kemarin.

Polemik muncul sejak trailer The Santri dilepas ke publik pada 9 September lalu melalui akun Youtube NU Channel. Film yang menceritakan tentang kehidupan para santri ini diperankan Guz Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, dan Emil Dardak.

Media Dakwah

Terpisah, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan The Santri bisa menjadi media dakwah dalam konteks pendidikan, budaya, dan akhlak, sekaligus sarana memperkuat Islam di Nusantara. 

Sedangkan, Livi Zheng mengatakan The Santri mengangkat kisah petualangan santri Indonesia sampai di Amerika Serikat.

"Ketika diminta menyutradarai film The Santri sebuah kebanggaan. Sejarah Indonesia tidak lepas dari sejarah santri. Lalu ini mengangkat keragaman budaya Indonesia," katanya.

Wirda Mansur

Tak tahan dengan berita yang beredar di media sosial, akhirnya Wirda Mansur, salah satu pemeran film The Santri, akhirnya buka suara.

Putri pertama Yusuf Mansur tersebut lalu buka suara lewat unggahan di Instastorynya, @wirda_mansur, pada Kamis (19/9/2019) pagi.  Wirda pun menanggapi kritikan tersebut dengan bijak.

Menurutnya, seseorang tak diperkenankan memusuhi sesuatu hanya karena segelintir oknum. Dengan nada bercanda dan sedikit sindiran, Wirda lalu mempertanyakan soal media yang digunakan untuk membagikan unggahan akun tersebut yang merupakan buatan orang Amerika.

Dalam unggahan di Instastorynya Wirda juga menceritakan bahwa ia pernah bersekolah di Amerika lalu mengajar ngaji untuk muslim di sana.

Film yang menceritakan tentang kehidupan para santri tersebut diperankan oleh Guz Azmi, Veve Zulfikar, Wirda Mansur, dan Emil Dardak. 

Memperoleh banyak kritikan, Wirda jutsru bersyukur. Selama ini ia mengaku selalu memposisikan diri sebagai seorang murid yang butuh bimbingan.

Yusuf Mansur 

Berbeda dengan Wirda Mansur, justru Yusuf Mansur mendoakan kritikan pedas dari Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Instagram. Ya, balasan Yusuf Mansur juga dilayangkan via Instragramnya @yusufmansurnew dengan me-repost postingan Maaher At-Thuwailibi.

Dalam keterangan unggahannya, Yusuf Mansur berterimakasih dan minta di doakan. "Makasih Ust Maaher. Mhn doa antum dan semua para guru. Untuk saya dan Wirda khususnya. Segala doa dan kebaikan u/ antum dan keluarga besar semua. Salam dari kami," tulisnya. 

Gagal

Pimpinan Majlis Ta'lim Was Sholawat An Nur, Purwakarta, Jawa Barat, Ustadz Anugrah Sam Sopian mengatakan, film The Santri gagal dalam menggambarkan kondisi santri yang sesungguhnya. Karena dalam film itu banyak hal yang justru kontradiktif dan cenderung merendahkan martabat pesantren. Padahal santri ialah orang yang berpegang teguh kepada Al Qur'an dan sunnah Rosul. 

Pesantren, sambung Ustadz Sopian, merupakan institusi pendidikan yang amat keras dalam menjaga jarak antara laki-laki dan perempuan. Ikhtilat (berkumpul) saja tidak boleh, apalagi pacaran seperti dalam salah satu adegan dalam film The Santri. Apalagi soal aqidah yang tidak bisa dicampur adukan dengan agama lain. 
"Toleransi agama wajib, tapi bukan berarti mesti ikut ritual agama orang lain," paparnya.

Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman meminta agar tidak menjadikan polemik lagi film The Santri. Karena jika terus mempermasalahkannya maka film tersebut akan menjadi laris untuk ditonton. Oleh karena itu lebih baik memperkuat iman agar tidak terpengaruh dengan pihak - pihak yang menyebarkan film The Santri.

"Malah bikin film itu jadi laku, kalau dijadikan polemik," ujar Munarman kepada Harian Terbit, Jumat (20/9/2019).

Munarman pun mengirimkan poster yang menolak beredarnya film tersebut. Dari poster yang dikirim Munarman bergambar wasiat KH Luthfi Basori dengan tulisan, “Para santri dan jamaah yang mengaji kepada saya, dimana saja berada. Mohon kalian jangan menonton film The Santri (2019), Karena film ini tidak mendidik, cenderung liberal, ada akting pacaran. campuraduk laki perempuan.  Dan membawa tumpeng ke gereja. Jelas sekali adegan ini melanggar syariat, bukan tradisi pesantren Aswaja.

Luthfi merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur, Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang.

Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah. "Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja," tutur Luthfi.

Penolakan film The Santri juga dilakukan oleh menantu Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Hanif Alathas menyatakan sikap untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI).

Penolakan Hanif tercantum dalam poster yang diterima Harian Terbit.com, Minggu (15/9/2019). Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri. 

"Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," tutur Hanif.

Diketahui, film The Santri sedianya bakal ditayangkan di bioskop pada awal Oktober mendatang. Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik Purwacaraka.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menjadi executive producers. Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh juga mengemban jabatan serupa. Harian Terbit sudah berupaya menghubungi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Imam Pituduh untuk meminta tanggapan atas sikap dari menantu Rizieq Shihab, Hanif Alathas. Namun yang bersangkutan belum merespons.

Mengutip laman nu.or.id, Imam Pituduh mengatakan bahwa film The Santri bakal memuat nilai-nilai santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren. Sisi-sisi kemandirian, kesederhanaan serta toleransi dan kecintaan terhadap tanah air juga akan ditampilkan. Imam mengatakan film The Santri juga bisa dinikmati oleh semua kalangan usia, suku, ras, dan agama.

"Nilai-nilai tersebut adalah khazanah bangsa yang wajib dilestarikan, agar dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Agar dunia aman, damai, adil, dan makmur serta beradab," ungkap Imam Pituduh mengutip laman nu.or.id.

The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang-bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan," lanjutnya.


#Film #thesantri #pesantren #ulama

Komentar Anda
Komentar