Hello,

Reader

Dampak Kabut Asap, Rumah Zakat Kerahkan 100 Relawan dan 15 Mobil Oksigen
Dampak Kabut Asap, Rumah Zakat Kerahkan 100 Relawan dan 15 Mobil Oksigen

Jakarta, HanTer - Rumah Zakat memberangkatkan kembali 7 Mobil Oksigen dam Armada logistik yang membawa oksigen, obat -obatan dan Masker N-95 untuk melakukan Aksi Peduli Bencana ke lokasi terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebelumnya 8 Mobil Oksigen dan 100 relawan telah diberangkatkan ke 4 Provinsi yang terkena dampak asap Karhutla.

"Kami akan terus berupaya memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terpapor asap. Penanggulangan bencana ini bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawah. Tapi kita juga mempunyai kewajiban untuk memberikan solusi atas banana asap yang terjadi ini,"  kata CEO Rumah Zakat, Nur Efendi di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Efendi menuturkan, selain memberikan bantuan peralatan dan menerjukan relawan, Rumah Zakat juga menyediakan pos darurat kabut asap, pos segar. peralatan logistik. ambulance, mobil oksigen, layanan kesehatan yang telah distribusikan 15.200 di Pontianak, Pekanbaru, Palembang, Palangkaraya, Banjarmasin, Medan dan Padang.

Efendi menambahkan, kualitas udara semakin memburuk, maka Rumah Zakat juga menyedlakan Safe House bagi warga yang terdampak kabut asap di 5 lokasi yaitu 2 Safe House di Pekanbaru, 1 Safe House di Pontianak dan 1 Safe House dl Jambi. Warga yang tinggal di Safe House Rumah Zakat akan mendapatkan fasilitas tim medis, obat-obatan, masker, dan ambulan antar jemput.

"Selain itu, mereka juga diberikan makan seiama tiga kaii sehari. SaIah satu penghuni Safe House Rumah Zakat adalah anak-anak dan santri Darul Quran," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Efendi mendorong dan menghimbau agar umat Islam melaksanan sholat Istiqa atau sholat meminta hujan. Karena hujan yang turun di titik rawan asap sangat membantu mengurangi kabut asap yang berdampak pada kesehatan. Selain itu, Efendi juga meminta agar ada tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan terutama yang dilakukan korporasi.

"Perlu juga dibangun semacam kanal di titik-titik rawan kebakaran. Karena provinsi yang terkena kebakaran hutan itu- itu saja seperti Riau, Jambi dan Kalimantan. Kita juga perlu mengedukasi masyarakat , ayo jaga lingkungan kita dengan antisipasi kebakaran hutan," jelasnya.

Sementara itu Chief Program Officer Rumah Zakat, Mumi Alit Baginda mengungkapkan, Safe House merupakan tempat tinggal sementara bagi warga yang terpapar kabut asap. Safe House juga ruangan kedap udara dan ada pendingin ruangan.Kebutuhan mendesak saat ini yang dibutuhkan warga di antaranya pas keseham, oxycm. masher No 95, siap siaga ambulans, dan alat pemadam kebakaran.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara di Kota Pekanbaru, sampit, dan Palembang sudah memasuki status berbahaya.Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data lnformasl dan Humas Badan Nasiona! Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, dari Februari hingga September 2019, jumlah penderita lnfeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karbutla) hingga September mencapai 919.516 orang.

Masyarakat yang terdampak ISPA akibat KarhutIa tersebut tersebar di enam provinsi, yaltu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kallmantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain berdampak pada kesehatan dan aktlvitas masyarakat, kebakaran hutan tersebut telah merusak tanaman dan terbunuhnya satwa llar yang terdapat dl dalamnya.


#Karhutla

Komentar Anda
Komentar