Hello,

Reader

Mau Tahu Tradisi Pernikahan Aceh, Calon Pengantin Bisa Datang Ke GPI Ke-12
Gebyar Pernikahan Indonesia yang digelar merupakan edisi Ke-12 dengan menyajikan pesona rangkaian budaya Aceh. GPI Ke -12 akan digelar mulai tanggal 4 – 6 Oktober 2019, di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta.
Mau Tahu Tradisi Pernikahan Aceh, Calon Pengantin Bisa Datang Ke GPI Ke-12

Jakarta, HanTer - Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) kembali menggelar perhelatan akbar bagi calon pengantin untuk mendapatkan referensi, kebutuhan, informasi dan inspirasi pesta pernikahan. Kali ini GPI yang digelar merupakan edisi Ke-12 dengan menyajikan pesona rangkaian budaya Aceh. GPI Ke -12 akan digelar mulai tanggal 4 – 6 Oktober 2019, di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta.

Dalam GPI ke - 12 ini Cut Marlyn Decoration akan menghadirkan pelaminan khas suku Aneuk Jamee yang tinggal pesisir Aceh Selatan dan wilayah Tapak Tuan. Pelaminan  ini biasanya terletak di depan kamar pengantin yang dihiasi oleh beberapa sulaman benang emas dan hiasan yang tergantung. Selain dekorasi nan megah dan mewah ditampilkan juga musik dari Dewwi Music yang  mempersembahkan musik modern dengan sentuhan gaya Aceh.

Direktur Parakrama Organizer, Arief Rachman mengatakan, GPI edisi Ke – 12 ini hasil kerjasama dengan Badan Penghubung Pemerintah Aceh dan didukung penuh oleh Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana Indonesia), Cut Marlyn Decoration, dan Dewwi Music yang akan mempersembahkan rangkaian pesona budaya prosesi pernikahan Aceh.

"Kali ini mengangkat tradisi dan budaya pernikahan Aceh. Karena Aceh memiliki  keunikan sendiri dalam hal tradisi dan budaya pernikahan. Oleh karena itu di GPI Ke -12 ada sekitar 120 vendor  yang memberikan informasi bagaimana dekorasi dan tata rias dalam pernikahan adat Aceh," ujar Arief Rachman di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Arief memaparkan, keragaman suku membuat Aceh kaya akan adat dan budaya yang satu di antaranya adalah prosesi pernikahan adat. Apalagi wilayah Aceh ditempati lebih dari 4,5 juta jiwa dan terdapat 12 jenis suku. Arief mengungkapkan perkembangan industri kebutuhan pernikahan tradisional di Indonesia masih menjanjikan, ditengah gelombang budaya barat yang begitu besar.

"Antusiasme keluarga calon pengantin untuk menggunakan pernikahan adat masih  sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari animo pengunjung Gebyar Pernikahan Indonesia selalu penuh dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kami berharap acara ini dapat dikunjungi oleh lebih dari 19 ribu pengunjung atau naik 15% dari Juni lalu dan menghasilkan transaksi lebih dari Rp 70 milyar," tandasnya.

Ketua Umum Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan Indonesia (Hastana Indonesia) Gandi Priapratama
mengatakan, dengan digelarnya kembali GPI maka pihaknya berharap bisa bertemu dengan para vendor pernikahan lainnya agar dapat  menjalin kerjasama yang baik guna mewujudkan pesta pernikahan para kliennya.

"Diacara ini kami juga ingin berbagi tips khusus kepada calon pengantin agar terhindar dari masalah  - masalah yang akhir – akhir  ini banyak terjadi yaitu penata acara pernikahan melakukan wan prestasi sehingga merugikan sang pengantin," paparnya.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal SSTP,M.Si, mengatakan, pihaknya sangat senang adanya kerjasama untuk menggelar GPI. Karena hal ini membantu memperkenalkan kebudayaan Aceh kepada masyarakat luas. Dari kerjasama ini diharapkan dapat membangkitkan rasa cinta generasi muda akan budaya asli IAceh dan mampu memberikan inspirasi kepada calon pengantin untuk pesta pernikahannya.

"Semoga ke depan ada kegiatan lainya yang dapat kita kerjasamakan dalam bentuk pelestarian nilai-nilai budaya bangsa ini, terutama Aceh," jelasnya. 


#GebyarPernikahanIndonesia

Komentar Anda
Komentar