Hello,

Reader

Akademisi Siap Mengukur Sport Development Indeks di 34 Provinsi
Para akademisi dalam bimtek Sport Development Indeks
Akademisi Siap Mengukur Sport Development Indeks di 34 Provinsi

Karawaci, HanTer - Bimbingan teknis (Bimtek) Sport Development Indeks se-Indonesia dan Festival SKJ Djadoel, yang berlangsung di Karawaci, Tangerang, pada Rabu dan Kamis (25-26/9/2019), sudah selesai. Dari 34 provinsi para akademisi yang mengikuti bimtek tersebut sepakat jika penelitian tingkat kebugaran akan dilakukan pada Oktober mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Waluyono, selaku Ketua Panitia Bimtek Sport Development Indeks se-Indonesia dan Festival SKJ Djadoel. "Para akademisi yang hadir dalam bimtek ini sudah sepakat jika ini merupakan bagian dari penelitian mereka dalam rangka memberikan sumbangsih kepada Kemenpora, sehingga pembangunan olahraga Indonesia betul-betul terpetakan," ucap Waluyono.

"Hasilnya ini bisa sebagai branding dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di Bappenas melalui data yang terukur, jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, karena yang melakukan adalah para akademisi ditiap-tiap provinsinya," sambung pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Sanggar dan Pusat Kebugaran pada keasdepan Olahraga Rekreasi Kedeputian Pembudayaan Olahraga Kemenpora.

SDI itu sendiri bisa dikatakan penting karena sebagai indeks gabungan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan olahraga berdasarkan empat dimensi dasar, seperti ruang terbuka yang tersedia untuk olahraga, sumber daya manusia atau tenaga keolahragaan yang terlibat dalam kegiatan olahraga, di mana pertisipasi warga masyarakat untuk melakukan olahraga secara teratur dan derajat kebugaran jasmani yang dicapai oleh masyarakat. Sehingga jika disimpulkan, maka SDI dapat diterjemahkan manjadi Indeks Pembangunan Olahraga (IPO).

Lebih lanjut Waluyono mengatakan jika secara teknis pelaksanaan berbeda-beda ditiap daerahnya dalam waktu dua setengah bulan yang tersisa. "Mereka sepakat akan start diawal Oktober hingga pertengahan November, hasil dari tiap daerah akan diolah secara nasional oleh tim dari Universitas Negeri Solo, sehingga data SDI 2019 yang tersaji akan diberikan kepada Kemenpora," tambahnya.

Sementara itu, Saharuddin, selaku Dekan Universitas Cendrawasih, mengatakan jika SDI ini ingin mengungkap sejauh mana dan setinggi apa partisipasi masyarakat terhadap olahraga. "Dengan melibatkan para pakar di semua Provinsi, indeks yang mengukurnya jelas, tau berapa jumlah SDM yang mumpuni dibilang olahraga dan tau berapa jumlah ruang terbuka di daerah-daerah untuk berolahraga, sejingga program ini juga membantu kamidi daerah untuk mengukur indeks keolahragaan kami," ucap Saharuddin.

Lebih lanjut Saharuddin, juga mengatakan didaerah pun tidak memiliki data yang valid tentang kebugaran dan partisipasi masyarakat untuk berolahraga. Sport Development Indeks itu sendiri sebagai parameter dalam mengukur pembangunan olahraga Indonesia, metode pengukuran yang diklaim sebagai alternatif baru untuk megukur kemajuan pembangunan olahraga.

"Kita ini tidak punya data yang riil, sehingga dengan menggandeng para akademisi, kedepannya kita dapat analisa yang tepat terhadap kondisi riilnya dan itu bisa dipercaya," pungkasnya.

Kemenpora dalam menjawab Inpres no 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan olahraga dalam rangka meningkatkan derajat kebugaran jasmani masyarakat indonesia yang berbasis SM (Massal, Mudah, Murah, Meriah, dan Manfaat).

Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta mengatakan bahwa membangun olahraga harus dimulai dengan pembudayaan yang meluas, menyentuh semua lapisan masyarakat dimanapun mereka berada. "Semua harus berolahraga demi alasan kesehatan dan kebugaran. Kedua hal tersebut teramat penting, maka dari itu olahraga harus diposisikan sebagai kebutuhan hidup dan gaya hidup, karena dengan olahraga kita akan sehat jasmani, sehat rohani maupun sehat sosial," ucapnya.

Pembangunan olahraga adalah suatu proses yang membuat manusia memiliki banyak akses untuk melakukan aktivitas fisik. Indeks Pembangunan Olahraga Indonesia menyatakan bahwa kondisi kebudayaan berolahraga di Indonesia masih rendah. Untuk itu, dibutuhkan semacam metode pengukuran yang diklaim sebagai alternatif baru untuk megukur kemajuan pembangunan olahraga yaitu Sport Development Index (SDI)," pungkasnya.


#SportDevelopmentIndeks #SDI #Kemenpora #RadenIsnanta #

Komentar Anda
Komentar