Hello,

Reader

Perkumpulan Profesional Lingkungan Beri 12 Rekomendasi Terkait Pemindahan Ibu Kota 
Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia workshop di Yogyakarta/ ist
Perkumpulan Profesional Lingkungan Beri 12 Rekomendasi Terkait Pemindahan Ibu Kota 

Yogyakarta, HanTer - Dalam rangka memberikan masukkan kepada kabinet pemerintahan baru mendatang, Perkumpulan Profesional Lingkungan yang beranggotakan ribuan pemegang sertifikat kompetensi di seluruh Indonesia mengadakan workshop. Selain untuk meningkatkan kompetensi para anggota, workshop juga merumuskan 12 rekomendasi penting.

Dr. Tasdiyanto Rohadi, S.P., M.Si., selaku Ketua Umum Perkumpulan Profesional Lingkungan Seluruh Indonesia mengatakan mendukung sepenuhnya rencana pemindahan Ibu Kota dengan tetap memperhatikan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan (DD-DTL)  dan dilaksanakan oleh sebuah badan otorita pengelola Ibu Kota yang kredibel.

"Pembangunan Ibu Kota Negara juga harus direncanakan dan dilaksanakan dengan mengacu kepada tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals)," kata Dr. Tasdiyanto Rohadi dalam siaran pers nya di Yogyakarta, Ahad (13/10/2019).

Dikatakannya, rekomendasi lain terkait pembangunan Ibu Kota yang harus diawali dengan melakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan memenuhi prinsip kelayakan lingkungan.

"Pembangunan Ibu Kota Negara dilaksanakan dengan menerapkan rencana pengelolaan dan rencana pemantauan lingkungan berkelanjutan oleh Sumber Daya Manusia (SDM)  yang kompeten," ujar dia.

Tidak kalah penting, katanya, perlu mengoptimalkan pembangunan lingkungan hidup buatan yang memiliki fungsi ekologis yang baik. “Juga membangun dan mengembangkan smart city serta energi terbarukan," tambahnya.

Bukan itu saja, dalam konteks pengelolaan lingkungan secara nasional, menurut Rohadi juga direkomendasikan pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan dalam koridor pengelolaan risiko yang berbasis pada penerapan indikator kualitas lingkungan mencakup media udara, air, dan tanah.

"Pengintegrasian valuasi ekonomi ekosistem dan model alokasi pendanaan lingkungan yang optimal. Sehingga perlu disiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan kompeten di bidang lingkungan hidup, baik di pemerintahan dan sektor swasta sebagai pelaksana pembangunan berkelanjutanm” terangnya.

Selain itu, masih kata Rohadi, perlu juga dirumuskan dan dikembangkan model punishment bagi institusi/lembaga yang mencemari dan merusak lingkungan, dan memberi sanksi kepada SDM penanggungjawab lingkungan.

"Membangun keterpaduan antara ruang hijau dan biru, mempertahankan kearifan lokal dan membangun budaya ramah lingkungan," tandasnya.

Rohadi juga menyoroti dalam  kaitan dengan kebakaran hutan dan lahan, perlu upaya pencegahan secara komprehensif. Pencegahan dilakukan dengan menciptakan SDM kompeten bagi para pengelola perkebunan industri skala besar. Selain itu kompetensi juga harus dimiliki oleh para petugas di lapangan.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan pun perlu diedukasi, sehingga dapat menerapkan praktek berkebun tanpa bakar lahan. "Dalam konteks itu semua, perkumpulan profesional lingkungan akan mengambil peran aktif," tutupnya.
 


#Perkumpulan #Profesional #Lingkungan

Komentar Anda
Komentar