Hello,

Reader

Serunya FSKN Ikut Pekan Kebudayaan Nasional 2019
Ketua  Umum FSKN  Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat cs/ ist
Serunya FSKN Ikut Pekan Kebudayaan Nasional 2019

Jakarta, HanTer - Raja Raja yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN),   ikut  serta dalam Penutupan Pekan Kebudayaan Nasional 2019 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta.  

Tampak Hadir  selain Ketua  Umum FSKN  Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan isteri, ada pula  Yang Mulia  Acmad Aflus Mapparesa (Raja Tururikele Maros), Yang Mulia Andi  Muhamad Oza Toganu (kerajaan Parigi Sulteng),  perancang tenun dan songket Prof DR Anna Mariana  SH, MBA, dan lain-lain.

“Kami juga hadir dan ikut serta dalam pembukaan  dan Pawai Budaya yang digelar Minggu 13 Oktober 2019,”  ungkap Ketua FSKN Adipati Arief Natadiningrat  di Hotel Century, Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Sultan Sepuh  menyebut, peran FSKN memang belum secara langsung dalam acara ini.  ”Tetapi, kami ikut memberi masukan-masukan sejak diadakan kongres kebudayaan. Acara Pekan Kebudayaan Nasional  ini  merupakan salah satu  usulan kongres   kebudayaan,” katanya.

Sultan Sepuh mengaku gembira  melihat pemerintah mulai giat mengangkat tentang kebudayaan.  

“Ini pertama kali perayaan Kebudayaan Nasional diadakan di Istora Senayan. Sebelumnya hanya di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Moga  moga berlanjut dan bisa mengikut sertakan komponen budaya yang ada di seluruh Nusantara,” tuturnya.

Sultan menganggap penting  kegiatan sejenis ini, terutama di tengah  kondisi masyarakat yang  kini terkesan terpecah belah.

“Demokrasi politik kita  sudah pasti  berlandaskan Pancasila, yang menjaga persatuan dan kesatuan. Silahkan berbeda pandangan, tetapi  tetap wajib menjaga persatuan dan kesatuan!” katanya. 

FSKN  dibawah kepemimpinan Sultan Sepuh berkeinginan merangkul generasi milenial untuk menghidupkan dan menggelorakan kembali budaya yang telah lama hilang. 

Selain itu, Sultan juga memuji upaya perancang tenun dan songket Anna Mariana, (yang menjadi Dewan Pakar dan Ketua Bidang Pengembangan Budaya dan Pariwisata serta Pengembangan Sektor Industri Ekonomi Kreatif di FSKN)  yang berupaya selalu merangkul generasi milenial. 

“Baik  dalam rancangan busana tenun, maupun dari idenya melahirkan  ajang Putra Putri Tenun dan Songket Indonesia.   Kami  juga bersama-sama  tengah menunggu lahirnya Hari Tenun dan Songket, sama seperti batik,” ujarnya.

Anna Mariana di tempat yang sama menuturkan  pengembangan Keraton masih sangat memerlukan bantuan  nyata dari pemerintah. 

“Terutama pada keraton yang sudah tua, karena tanpa dukungan pemerintah, mereka tidak bisa berkembang sama sekali. Bahkan bisa punah.”

Masih menurut Anna, harus dibuat semacam kesepakatan, keraton tersebut bukan hanya sekadar direvitalisasi. 

“Namun perlu dipikirkan bagaimana pengelolaan maintenance selanjutnya, agar  semua keraton  itu bisa hidup sampai sekarang seperti keraton di Cirebon, Bali,  Yogya dan sebagainya, yang masih eksis dan  bisa jadi objek wisata! Memang revitalisasi tidak bisa berjalan  secara serempak. Tapi pergerakan  ke arah itu harus ada!” katanya. 
 


#FSKN #Pekan #Kebudayaan #2019

Komentar Anda
Komentar