Hello,

Reader

Fraksi di DPRD DKI Alot Bahas AKD; Pembahasan APBD 2010 Bisa Berantakan
Fraksi di DPRD DKI Alot Bahas AKD; Pembahasan APBD 2010 Bisa Berantakan

Jakarta, HanTer - Fraksi-fraksi di DPRD DKI Jakarta masih alot membahas alat kelengkapan dewan (AKD). Mereka memperebutkan kursi ketua, wakil ketua dan sekretaris komisi-komisi serta badan untuk dari partainya masing-masing.

Padahal, tugas berat DPRD DKI yakni membahas APBD DKI Jakarta 2020.

"Kita semua disini adalah perwakilan daripada rakyat Jakarta untuk bisa memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi pembangunan di Jakarta. Terlepas dari kepentingan partai politik, dahulukan kepentingan rakyat DKI Jakarta. Jangan mengedepankan ego masing-masing," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, pimpinan DPRD DKI Jakarta mengajak seluruh fraksi untuk mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam penentuan AKD ini. Dirinya sekaligus memastikan, tidak ada yang menang atau kalah dalam pengisian AKD tersebut.

"Peran dan fungsi daripada DPRD DKI Jakarta haruslah menjadi mitra yang membangun untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk Gubernur DKI Jakarta agar jalannya pemerintahan mampu bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat," katanya.

Dia menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan anggota DPRD DKI Jakarta setelah pengisian AKD. Terlebih, lanjut Wibi, Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan hal senada bahwa pembangunan yang dikerjakan Anies Baswedan baru 40 persen.

"Masih ada 60 persen lagi yang harus dikejar. Apalagi kita juga agenda pembahasan anggaran juga sangat mepet waktunya jadi kalau kita berkelahi atau membahas atau ataupun mengedepankan ego masing-masing dalam hal penyusunan AKD. Bisa terhambat, lebih banyak makan waktu lagi," jelasnya.

Jika pembahasan AKD terus alot, ungkapnya, akan berdampak pada pembahasan APBD DKI Jakarta 2020. Konsekuensinya, selain anggota DPRD DKI Jakarta tidak digaji selama 6 bulan jika APBD tak selesai pada 30 November, juga evaluasi anggaran itu bisa sangat tidak teliti.

"Karena waktunya mepet, Banyak anggaran anggaran yang nanti diindikasikan kurang bijak, ya kan bisa dijalankan. Pengisian AKD masih ada lobi-lobi antar fraksi. Batas waktu mungkin hari Senin besok sudah harus diumumkan," tegasnya.

Sebelumnya, Sejumlah Fraksi di DPRD menggelar rapat pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) yang langsung dipimpin oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi serta empat wakil ketua pun hadir, yaitu Muhammad Taufik, Abdurrahman Suhaimi, Zita Anjani, dan Misan Samsuri. Dalam rapat tersebut, diputuskan, fraksi diminta untuk menyerahkan nama pimpinan AKD dua hari lagi atau Kamis (17/10/2019).

Namun, rapat pada Kamis kemarin masih deadlock dan masing-masing fraksi belum sepakat dalam penentuan AKD.


Proporsional

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik, mengatakan, setiap fraksi akan mendapat proporsi anggota AKD sesuai dengan jumlah kursi. Nantinya, Sekretariat Dewan (Setwan) akan mengirim surat permohonan nama dan jumlah anggota yang harus dikirimkan.

"Saya kira sudah sepakat hari Kamis, nama-nama AKD sudah masuk. Sesuai dengan proporsional datanya kan ada beberapa, hari Kamis," ucap Taufik usai rapat pembahasan AKD di gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Setelah AKD terbentuk, lanjutnya, DPRD DKI Jakarta akan segera mengebut pembahasan APBD 2020. Dia meyakini, APBD 2020 itu akan tuntas sebelum waktu yang ditetapkan Kementerian Dalam Negeri pada 30 November nanti. Dia meyakini, waktu pembahasan APBD yang hanya sebulan ini akan mencukupi sampai pembahasan detail.

"Minggu depan sudah mulai (bahas APBD). Minggu ini bahas AKD. Waktunya cukup sebulan itu. Kita bahas maraton saja. Kan pembahasan terbuka untuk umum, datang saja. Wartawan boleh datang, LSM boleh datang," jelasnya. 
 


#Pembahasan #AKD #DPDR #DKI

Komentar Anda
Komentar