Hello,

Reader

TAJUK: Hai Pemuda Jangan Biarkan Rakyat Menangis
TAJUK: Hai Pemuda Jangan Biarkan Rakyat Menangis

Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus dijadikan momentum menyatukan seluruh pemuda Nusantara untuk bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak hanya itu, Sumpah Pemuda menjadi tonggak bagi pemuda Indonesia untuk bisa kembali melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dan mengisi kemerdekaan di dalamnya dengan mengambil peran sesuai keahlian masing-masing.

Sejarah mencatat, kekuatan pemuda terletak pada aksi dan kolaborasinya dalam memajukan bangsa. Hingga saat ini banyak sekali terobosan yang dilakukan anak-anak muda bangsa terutama di era revolusi Industri 4.0. 

Hai para pemuda bangunlah dari lamunan panjang, segealah mengambil tempat di garis terdepan untuk mengendalikan arah pergerakan negeri ini.

Negeri ini tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan. Mulai dari korupsi, penyalahgunaan narkoba, tindak kriminalitas,  dan ancaman terorisme. Ironisnya, beragam persoalan itu melibatkan generasi muda, padahal, seharusnya para pemuda memberi inspirasi untuk perubahan dan perbaikan di negeri ini. 

Pemuda juga menjadi harapan bangsa, juga sumber persatuan dan kesatuan. Anak-anak muda harus bangkit, rakyat mu sedang menangis karena dilanda kemiskinan, kelaparan dan penggusuran. Hapus air mata mereka dan berikan hidup nyaman kepada kaum papa dan kaum tertindas.

Itulah sebabnya, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi memomentum introspeksi dan perbaikan diri. Juga menjadi pendorong bagi generasi muda untuk bekerja keras dalam menyejahterakan rakyat, mengatasi kemiskinan dan mengatasi pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan.

Salah satu tantangan dan ancaman generasi muda saat ini adalah permusuhan sesama anak bangsa. Kita ditantang untuk senantiasa mampu memperkuat rasa persaudaraan kebangsaan untuk melawan ancaman kebencian, permusuhan antara sesama anak bangsa.

Harus diingat, melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 para pendahulu kita telah menancapkan tonggak awal keberagaman dan anti-SARA. Maka kita mengingatkan setiap elemen bangsa agar menjauhkan cara-cara yang menghina suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Kini, makna Sumpah Pemuda itu harus dilaksanakan dengan menyatukan tekad dan kekuatan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera, adil dan makmur, serta menyatukan seluruh komponen bangsa dari ancaman perpecahan yang disebabkan perbedaan suku, agama maupun ras.

Anak-anak muda harus terlibat langsung dan secara aktif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam kaitan 
kemiskinan yang diderita rakyat, memberantas korupsi, menjauhi narkoba dan tidak melakukan tindak kriminal.

Untuk membantu menyejahterakan rakyat, dan berperan di masa depan, tentu anak-anak muda harus meningkatkan kompetensinya. Tanpa meningkatkan kompetensi, tentu anak-anak muda akan tergilas oleh kemajuan zaman.

Pemuda zaman sekarang diharapkan untuk tidak mudah terpengaruh budaya asing dan terus membangun Indonesia yang lebih baik. Sudah seharusnya pemuda-pemuda Indonesia bangkit memiliki daya saing yang kuat untuk menguasai kancah internasional.
Kita menyakini pemuda Indonesia bisa menatap dunia, dan mendapat pengakuan dunia bahwa pemuda yang hebat-hebat dan berpresta itu hanya di Indonesia.

Maka pemuda masa kini, jika ingin menjadi motor perubahan harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pemuda yang sensitif dengan penyelewengan-penyelewengan, dan melawannya. Bukan justeru hanyut dalam penyelewengan. Pemuda yang mampu mewarnai lingkungan. Bukan justeru menjadi objek warna-warni lingkungannya.

Bagi bangsa Indonesia kesadaran seperti ini bukan sesuatu yang baru. Jauh sebelum kemerdekaan dideklarasikan, pemuda-pemudi bangsa ini telah menyatakan tekad dalam sebuah sumpah yang dikenal dengan Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda inilah yang menjadi bibit kesatuan NKRI. 

Oleh karenanya, pemuda-pemudi bangsa harus membangun sensitifitas tinggi dalam menjaga bangsa dan negara ini. Harus membuka mata bahwa bangun jatuhnya, jaya hancurnya bangsa ini menjadi tanggung jawab besar mereka.

Pemuda yang diharapkan menjadi motor perubahan itu adalah pemuda yang mampu menjaga diri dari berbagai ancaman. Ancaman saat sudah jelas di hadapan mata. Narkoba, miras dan pergaulan bebas, pornograpi, seks bebas dan prostitusi merajalela, hingga kepada persaingan materi duniawi yang tidak terkendalikan sehingga korupsi menjadi seolah bahagian dari budaya hidup bangsa.



#Sumpahpemuda

Komentar Anda
Komentar