Hello,

Reader

Apa Kabar Penusuk Wiranto, Pengamat: Jangan Sampai Menguap
Apa Kabar Penusuk Wiranto, Pengamat: Jangan Sampai Menguap

Jakarta, HanTer - Kasus penanganan pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Wiranto dipertanyakan. Pasalnya, hingga saat ini pihak berwenang belum menyampaikan ke public perkembangan pengusutan kasus tersebut.

Pemerhati politik M Rizal Fadilah mengatakan, ada beberapa alasan pentingnya kasus penusuk Wiranto harus cepat dituntaskan. Pertama, korban bukan orang sembarangan melainkan orang penting Menkopolhukam. Pejabat yang semestinya terkawal baik. Kedua, perhatian bukan tingkat lokal semata tapi sudah dunia. 

"Ini kasus besar seorang Menteri ditikam pisau. Di suasana politik menuju pelantikan Presiden. Di tengah aksi aksi unjuk rasa pula," ujarmya.

Ketiga, sambung Rizal, pelaku diindikasikan jaringan terorisme yang dihubungkan dengan agama Islam. Bahkan dengan identitas mencolok "celana cingkrang", "berjanggut" dan "berjilbab". Pelaku pun sudah dipantau dan diikuti 3 bulan lamanya. Keempat, proses hukum yang sangat mudah karena alat bukti dan saksi yang lebih dari cukup. Tidak layak menjadi kasus yang menguap. 

Kelima, momen pembuktian aparat yang serius dan jujur di tengah gelapnya kasus kasus pidana lain seperti tewasnya ratusan petugas Pemilu, tertembaknya pengunjuk rasa, serta hilang misterius peserta aksi. Publik sedang menunggu kelanjutan pengusutan kasus percobaan pembunuhan ini. 

Dengan harapan, kata Rizal, bukan sandiwara, maka pelaku yang tertangkap dapat berbicara mengenai motif atau jaringan yang mengendalikan aksi aneh ini melalui lembaga pengadilan yang terbuka. 

Tidak Jelas

Sementara itu, Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang mengatakan, kasus penusuk Wiranto yang terkesan tidak jelas maka dikhawatirkan akan menjadi babak baru drama politik. Karena saat itu ada pejabat tinggi negara "dianiaya" di depan publik dan komentar berseliweran di media, tapi penyidikan  dan penyelidikannya tak jalan dan mampu mengungkap hal sebenarnya.

'Aparat hukum dalam hal ini kepolisian harus memberikan kepastian hukum pada publik atas hal tersebut," ujarnya.

Sudah Benar

Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menegaskan, sudah benar penusuk mantan Menko Polhukam Wiranto ditangani polisi. Hanya pendampingan oleh pengacara penusuk tersebut yang belum diketahuinya. Rukminto mempertanyakan jika ada pihak yang menilai kasus penanganan penusuk Wiranto lamban.

"'Kok bisa dikatakan lamban. Apa parameternya? Saya kira prosesnya masih jalan. Coba konfirmasi ke pengacaranya dulu. Kalau dilambat-lambatkan biasanya mereka teriak duluan," tegasnya.

Pandeglang

Seperti diketahui, peristiwa penusukan atau percobaan pembunuhan Menkopolhukam Wiranto di Alun Alun Menes Pandeglang 10 Oktober lalu yang dilakukan oleh pasangan Syahril Alamsyah atau Abu Rara dan istrinya Fitri Andriyana merupakan peristiwa besar dan bersejarah. Keberanian luar biasa dengan senjata pisau "Naruto" melakukan aksi menerobos pengawalan. Wiranto di RSPAD dioperasi usus 40 cm. Dijenguk pejabat. Mengingat transparansi minim peristiwa ini menjadi kontroversi. Apalagi pelaku sudah dipantau intelijen selama 3 bulan. 

Kini hampir akhir Oktober seperti hilang jejak peristiwa. Sudahkah kedua pelaku sampai proses hukum P-21 hingga memasuki tahap pemeriksaan Kejaksaan? Masyarakat ingin mengikuti proses peradilan kasus langka dan istimewa ini. Apalagi dikaitkan dengan organisasi teroris Jamaah Anshorud Daulah. (JAD) Bekasi. Keterbukaan penting agar kontroversi tak berkembang. Tidak terlalu sulit untuk menyidik dan memproses. Alat bukti ada, saksi banyak. Terekam dan beredar pula video di media sosial. 

Kasus tersebut adalah delik penganiayaan berat Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun. Atau percobaan (poging) pembunuhan Pasal 53 (1) KUHP Jo Pasal 340 KUHP. Jelas unsurnya ada niat, tindakan pendahuluan, dan tidak selesai bukan karena diri sendiri. Jadi sangat clear dan terpenuhi unsur unsur deliknya. Artinya ini merupakan kasus mudah untuk proses pembuktian.


#Wiranto #penusukan

Komentar Anda
Komentar