Hello,

Reader

Artis Harus Kurangi Penampilan Seronok di Medsos
Artis Harus Kurangi Penampilan Seronok di Medsos

Jakarta, HanTer - Pegiat media sosial (medsos), Darmansyah mengatakan, harusnya artis Giselle tidak perlu menanggapi video porno yang mirip dengan dirinya itu. Sehingga tidak harus mengalami stres. Meski selama ini Giselle dikenal sering tampil kurang senonoh di medsos. Tidak heran mengundang kecurigaan dari netizen untuk memberikan komentar negatif terhadap Giselle.

 

"Saran saya, Gisel (Giselle) santai saja dengan video porno mirip dirinya itu. Kan pemeran dalam video itu bukan dirinya. Ke depan, Gisel jangan lagi tampil kurang senonoh di akun medsos miliknya. Agar kejadian serupa, tidak terulang ditiru oleh orang lain membuat video atau foto mirip Giselle," ujar Darmansyah kepada Harian Terbit, Jumat (1/11/2019).

 

Darmansyah menambahkan, untuk publik figur yang pernah atau sering tampil seronok diakun medsos miliknya maka kemungkinan bisa menjadi korban porno di medsos. Bukan tidak mungkin suatu saat penampilan pornonya itu akan dimanfaatkan oleh orang-orang jahat untuk meraup keuntungan. Misal penampilannya yang hanya pantas untuk di dalam kamar ditampilkan di ruang publik.

 

"Lalu penampilannya yang kurang pantas itu dijadikan video atau gambar porno untuk diperjualbelikan," tandasnya.

 

Tidak Bugil

 

Darmansyah mendukung ada gerakan untuk tidak bugil di depan kamera yang dinisiasi oleh sejumlah aktivias bidang teknologi informasi.  Ada tiga komitmen yang ditawarkan gerakan tersebut.

Pertama, tidak membuat materi bugil yang baru. Kedua, tidak menjadi penyebar materi bugil dan ketiga, menghapus tanpa jejak materi bugil baik buatan sendiri atau orang lain, yang belum tersebar.

 

Dia mengemukakan, karena teknologi diciptakan untuk memudahkan aktivitas manusia. Tidak terhitung manfaat yang bisa diperolehnya. Namun dibalik manfaat itu, ada bahaya yang selalu menyertainya. Ketidakcakapan pengguna (user) kerap berakibat fatal. Karena salah satu bukti kegagapan teknologi adalah tersebarnya dokumen pribadi.

 

“Foto, video, atau file yang oleh pengguna dianggap aman tersimpan, ternyata bisa tersebar. Jika dokumen itu bersifat rahasia, akibatnya bisa sangat fatal.  Foto dan video pribadi bisa jadi aib yang risikonya harus ditanggung sepanjang hidup. Padahal mereka membuat foto dan video itu untuk konsumsi sendiri. Pun, mereka tidak merasa mengedarkannya kepada orang lain,” ujar Darmansyah.


#Artis #raffi #nagita #gisella

Komentar Anda
Komentar