Hello,

Reader

Anies Akan Buka Kongres II Nasdem, Pengamat: Surya Paloh Siap-siap Tinggalkan Jokowi dan Partai Koalisi
Anies Akan Buka Kongres II Nasdem, Pengamat: Surya Paloh Siap-siap Tinggalkan Jokowi dan Partai Koalisi

Jakarta, HanTer - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan membuka Kongres II Partai NasDem sekaligus memperingati HUT ke-8 Partai NasDem di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 8 November 2019. Dibukanya Kongres Nasdem oleh Anies menunjukkan partai ini terutama sang Ketua Umum Surya Paloh akan meninggalkan Presiden Joko Widodo dan partai koalisi pendukungnya.

Koordinator Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni mengatakan, diberinya kesempatan kepada Anies Anies membuka Kongres II NasDem menunjukkan bahwa Surya Paloh meneruskan manuvernya, antara lain akan meninggalkan Jokowi dan partai pendukungnya.
 
"Kali ini manuvernya (Surya Paloh) lebih berani dan menantang (dengan mempersikahkan Anies Baswedan, membuka Kongres II NasDem)," ujar Sya'roni kepada Harian Terbit, Kamis (7/11/2019). 

Sya'roni menilai, dengan mempersilahkan Anies untuk membuka Kongres Nasdem yang harusnya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) maka menggambarkan kekecewaan yang berat Surya Paloh terhadap Jokowi. Surya Paloh kecewa karena tidak diajak menyusun kabinet, meskipun Partai Nasdem akhirnya menerima 3 kursi menteri.

"Kekecewaan (Surya Paloh) saat ini yang ingin ditunjukkan kepada Presiden Jokowi. Surya Paloh ingin mengatakan tidak hanya Jokowi yang bisa meninggalkan dirinya. Surya Paloh pun juga bisa meninggalkan Jokowi," tandasnya 

Bila kekecewaan Surya Paloh tidak segera diredam Jokowi dan PDIP, sambung Sya'roni, maka tidak menutup kemungkinan Nasdem akan mengusung Anies Baswedan untuk Pilgub Jakarta 2022. Dan jika Anies menang maka akan berlanjut ke Pilpres 2024. Majunya Anies akan membuat Pilpres 2024 akan menjadi lebih menarik.

Kekecewaan

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia (UBM) Silvanus Alvin mengatakan, Kongres Nasdem yang akan dibuka oleh Anies memang menunjukkan kekecewaan yang besar terhadap Jokowi. Dari kejadian ini ada dua hal utama yang bisa dipetik. Pertama, Nasdem benar-benar menunjukkan keseriusannya untuk mendukung Anies sebagai capres pada 2024. 

Kedua, Nasdem mulai menunjukkan taringnya dalam kancah perpolitikan Indonesia. Dalam hal ini, Nasdem memperlihatkan keberanian untuk mengambil langkah tidak mengundang Presiden untuk membuka kongres. Dalam kasus ini Nasdem seakan menaruh 'jebakan' kepada Jokowi. Tapi Jokowi tersinggung dengan tidak diundang Nasdem, lantas memecat Johnny G Plate sebagai Menkominfo, maka akan menempatkan Jokowi dalam posisi yang kurang baik.

"Seakan -akan membenarkan bahwa Jokowi memilih menteri seperti bagi-bagi kue kepada para partai pendukungnya. Ketika tidak mendukung maka akan langsung diambil lagi 'kue' itu," ujarnya.

Silvanus menuturkan, dukungan terhadap Anies yang dilakukan Nasdem sangat jelas bentuk pembangkangan terhadap Jokowi karena saat ini ada 3 menteri Nasdem ada di pemerintahan Jokowi. Karena secara hierarki Jokowi adalah Presiden yang secara etika membuka perhelatan partai. Jika pun Jokowi berhalangan maka masih ada Wakil Presiden atau menteri terkait. 

"Tapi dalam hal ini NasDem malah mempersilahkan Gubernur Anies untuk membuka kongres," paparnya.

Kongres Nasdem

Ketua OC Kongres II yang juga Ketua DPP Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, di Kantor DPP Partai NasDem mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan membuka Kongres II Partai NasDem sekaligus memperingati HUT ke-8 Partai NasDem di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 8 November 2019.

Pada pembukaan Kongres II NasDem rencananya tidak akan mengundang tokoh maupun pejabat partai politik.

Ia mengatakan, jumlah peserta yang sudah mendaftar saat ini sudah mencapai angka lebih dari 7.000 orang. Di dalam kongres pun, akan diundang Presiden Joko Widodo dan para Ketua Umum Parpol. "Presiden, Wapres dan Ketua Umum Parpol akan kami undang pada penutupan pada tanggal 11 November 2019," kata Amelia. 

Selain pemilihan Ketum Nasdem, agenda yang dibahas dalam kongres adalah ajang konsolidasi dan transformasi kepengurusan dan kebijakan strategis kepengurusan. Diantaranya pilkada 2020 dan Pemilu 2024. Dalam rangkaian kongres juga akan ada beberapa hal yang akan dibahas. Diantaranya selain pelaksanaan kongres juga ada pemaren UMKM binaan, workshop, pasar gagasan hingga eksibisi agri maritim.


#Partai #politik #nasdem #anies

Komentar Anda
Komentar