Hello,

Reader

Prediksi Pilpres 2024, Prabowo-Puan Lawan Poros Nasdem dan PKS 
Prediksi Pilpres 2024, Prabowo-Puan Lawan Poros Nasdem dan PKS 

Jakarta, HanTer - Kedekatan Partai Gerindra dengan PDIP, diprediksi demi kepentingan pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Tepatnya untuk memasangkan Ketua Umum Gerindra dan politisi PDI Perjuangan Puan Maharani. Diprediksi bukan tidak mungkin pasangan ini nantinya mendapat perlawanan dari poros Nasdem, PKS, PAN yang kemungkinan mengusung Anies Baswedan.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan, kemesraan antara kedekatan Gerindra dan PDIP tidak menutup kemungkinan bakal mencalonkan Prabowo dengan kader PDIP, Puan Maharani.

"Yang jelas Pilpres 2024 tidak ada incumbent, maka partai politik di tahun 2022 sudah mulai merancang desain arsitektur poros koalisi yang ideal dan menyiapkan calon yang bakal dimainkan," tuturnya di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Namun menurutnya, yang tadinya pendukung Prabowo tidak otomatis akan mendukung Prabowo kembali. Dalam kondisi tersebut, bakal ada partai yang menyatakan oposisi bakal merangkul dan memanfaatkan pemilih anti tesis dari pemerintahan saat ini.

"Nanti partai oposisi yang pintar memainkan dan membaca sentimen, mengerti salera, mengelola emosi publik, akan mendapatkan insentif elektoral, mendapat keberkahan apalagi nanti citra pemerintahan Jokowi redup," urainya.

NasDem-Anies

Disisi lain, jika PDIP dan Gerindra bakal berkoalisi pada Pilpres 2024, pasangan Prabowo-Puan, bukan tidak mungkin nantinya mendapat perlawanan dari poros Nasdem yang kemungkinan mengusung Anies Baswedan.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Djayadi Hanan, menilai, manuver Nasdem yang kini merapat ke partai-partai oposisi pemerintah ada kaitannya dengan persiapan menuju Pilpres 2024.

Ia menduga, bukan tidak mungkin manuver ini berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang disebut-sebut menjadi calon kuat presiden atau wakil presiden pada pemilu periode depan.

"Nasdem sepertinya melakukan manuver politik dan manuver politik itu saya kira terkait manajemen di koalisi juga terkait dengan tentu saja persiapan-persiapan menuju 2024," kata Djayadi di Jakarta, Rabu (6/11/2019).

"Dan kita tahu Anies Baswedan adalah salah satu calon presiden atau calon wakil presiden, pokoknya calon pemimpin nasional untuk 2024, jadi mau tidak mau kita harus membacanya ke arah sana," katanya menambahkan.

Menurut Djayadi, wajar jika partai-partai politik saat ini mulai ancang-ancang untuk Pilpres 2024. Sebab, Joko Widodo yang sudah duduk sebagai presiden dua periode dipastikan tidak maju kembali pada pilpres periode depan.

Oleh karenanya, bisa dipastikan muncul figur baru yang potensinya sudah mulai dipetakan dari sekarang. Bukan tidak mungkin partai-partai politik pun mulai merapat ke sosok potensial tersebut sejak sekarang ini.

"Tidak mudah itu siapa kira-kira yang akan jadi pemimpin nasional baru itu. Memang ada potensinya adalah salah satu yang berpotensi itu Anies Baswedan yang cukup dianggap bisa memberikan imbangan terhadap citra dan narasi kepemimpinan Pak Jokowi selama ini," kata Djayadi.

Untuk diketahui, sejak pemilihan presiden 2014 lalu, Partai Nasdem masuk dalam koalisi Indonesia Kerja untuk memenangkan Jokowi. Dukungan itu pun berlanjut hingga Pemilihan Presiden 2019.

Namun, keharmonisan hubungan Nasdem dengan partai koalisi kini mulai menjadi sorotan. Salah satunya, ketika partai Nasdem melempar sinyal untuk bersiap menjadi oposisi Pada bulan Juli 2019 lalu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyebut partainya membuka peluang untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Calon Presiden di tahun 2024 mendatang.

Menurut dia, Anies adalah sosok yang tak hanya dibutuhkan oleh warga Jakarta, tapi juga bangsa Indonesia. "Dan hal itu tampaknya dibaca oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, yang kini nampak tengah berusaha menciptakan poros melawan potensi kekuatan Prabowo-Puan Maharani," terang Djayadi.


#Pilpres #prabowo #anies

Komentar Anda
Komentar