Hello,

Reader

Mayat Dalam Koper Diduga Dibunuh: Sering Diejek Hitam dan Jelek, JE Tega Habisi Rieke
Ilustrasi (ist)
Mayat Dalam Koper Diduga Dibunuh: Sering Diejek Hitam dan Jelek, JE Tega Habisi Rieke

Gara-gara sering diejek berbadan hitam dan jelek, menyebabkan tersangka JE menyimpan dendam dan sakit hati terhadap Rieke Adrianti, lalu membunuh perempuan tersebut di Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta Timur.

Menurut pengakuan tersangka, korban kerap mengejek fisiknya yang memiliki kulit hitam dan menyebutnya jelek setiap kali bertemu. JE mengaku hal itu sudah berlangsung sejak 2017.

"Setiap bertemu dengan korban, korban selalu mengejek hitam dan jelek, dan sudah dilakukan sejak 2017," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (11/11).

Puncaknya terjadi pada tanggal Kamis, 7 November, saat itu JE sedang minum-minum bersama sembilan rekannya dan melihat jendela unit rusun korban dalam keadaan tidak terkunci.

Melihat hal itu, JE pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau dan menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban pada malam harinya. Kemudian pada Jumat (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB tersangka berhasil masuk ke unit rusun korban melalui jendela yang tidak terkunci.

"Dia sakit hati, dia punya rencana menghabisinya, balas dendam. Dia pulang ambil pisau dia rumahnya dengan harapan untuk balas dendam," kata Argo.

Usai menghabisi nyawa korban tersangka JE kemudian melarikan diri. Namun penyidik Polres Metro Jakarta Timur yang dibantu Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil membekuk tersangka di tempat pelariannya di Bekasi, Jawa barat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara mati atau seumur hidup atau 20 tahun.
Gelar perkara kasus pembunuhan seorang wanita di Cakung, Jakarta Timur, oleh Polda Metro Jaya, Senin (11/11/2019). 

Mayat Dalam Koper
 
Sementara itu, Tim Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, sulit mengidentifikasi jasad dalam koper di Nanggung, Bogor, sebab telah mengalami kerusakan.

"Pada Minggu (10/11), jasad tersebut tiba ke RS Polri pukul 19.45 WIB. Secara fisik sulit dikenali karena pembusukan," kata Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Edy Purnomo di Jakarta, Senin siang dilansir Antara.

Mayat yang ditemukan dalam koper berukuran standar di kebun kosong Kampung Waru, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/11), diduga telah lima hari sehingga membusuk.

Wajahnya telah mengalami pembengkakan serta sejumlah identitas yang melekat di tubuh jasad mulai tidak tampak. "Penampakan sementara luka pada kepala dan wajah yang diduga akibat hantaman benda tumpul," katanya.


#Pembunuhan #polisi

Komentar Anda
Komentar