Hello,

Reader

Mendapat Perhatian Jokowi, KPK Beberkan DuaKasus Korupsi Kakap 
Mendapat Perhatian Jokowi, KPK Beberkan DuaKasus Korupsi Kakap 

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengatakan pihaknya sudah menangani dua kasus korupsi yang mendapatkan perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kasus pertama ialah korupsi pembelian helikopter Agusta Westland-101 dan kasus korupsi di Pertamina Energy Trading Limited atau Petral.

"Sejauh ini memang ada dua kasus yang menjadi perhatian Presiden dan sejumlah pihak sudah kami tangani," kata Syarif dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019).

Syarif mengatakan dalam kasus Heli AW-101, KPK telah memproses satu tersangka. Sementara, pelaku dari unsur militer diusut oleh POM TNI AU. Pada awal kasus ini bergulir 2016, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan investigasi dimulai sejak Jokowi memberikan perhatian khusus pada kasus tersebut.

Untuk kasus Petral, kata Syarif, KPK telah menetapkan satu tersangka yakni bekas Direktur Utama Petral Bambang Irianto menjadi tersangka. Syarif berkata kasus mafia migas ini butuh waktu lama untuk ditelisik karena banyak bukti yang berada di luar negeri.

Kasus mafia migas, menjadi perhatian di awal pemerintahan Jokowi jilid pertama dengan membentuk tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri. Jokowi kemudian membubarkan Petral yang disebut sebagai sarang mafia migas."Perkara ini sedang dalam proses penyidikan oleh KPK," kata Syarif.

Dua kasus yang dibeberkan oleh Laode itu merupakan jawaban pernyataan dari Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD bahwa Jokowi sempat melaporkan sendiri dugaan kasus korupsi ke KPK. 

"Presiden menunjukkan, saya (Jokowi) sudah menyampaikan laporan ke KPK, (adanya kasus) ini ini ini, tapi enggak terungkap," kata mantan Hakim MK ini di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019) malam.

Mahfud tak merinci dugaan kasus korupsi besar apa yang ia maksud. Namun, ia menegaskan kembali bahwa dugaanya, kasus itu tergolong besar.

"Kami sudah melaporkan kasus ini, tapi nggak disentuh sampai sekarang. Ya, tentu kami bisa berbeda pendapat soal itu," kata Mahfud.


#KPK

Komentar Anda
Komentar