Hello,

Reader

Penunjukan Ahok di BUMN Jangan Sampai Meresahkan Umat Islam
Penunjukan Ahok di BUMN Jangan Sampai Meresahkan Umat Islam

Jakarta, HanTer - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dipastikan akan menduduki posisi penting di salah satu BUMN. Bahkan santer dikabarkan, Ahok akan memimpin BUMN sektor energi. Berbagai kalangan pun buka suara menanggapi hal tersebut.

Sementara itu, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyebut  Ahok kurang tepat memimpin BUMN. Menurutnya, rekam jejak Ahok kurang baik dan berperangai buruk.

Dia meminta pemerintah untuk menjaga perasaan umat. “Jangan sampai penempatan Ahok di BUMN menyakiti perasaan umat Islam. Pemerintah harus menjaga perasaan umat, sehingga situasi tetap kondusif," tegas Novel kepada Harian Terbit, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, lanjut Novel, kalau tokoh yang ditunjuk memimpin BUMN tidak tepat, tidak berpengalaman tentu stabilitas ekonomi bisa terganggu karena BUMN obyek vital milik Negara. 

“Jika salah orang yang bukan berpengalaman dibidangnya akan menambah parah kondisi perekonomian yang sampai saat ini belum bangkit dari keterpurukan,” ujar Novel. 

Penodaan Agama

Terpisah, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyangkan rencana Menteri BUMN Erick Thohir menjadikan Ahok memimpin sebuah BUMN. Sebab, menurutnya, Ahok pernah dipenjara karena kasus penodaan agama pada tahun 2017 silam.

"Apa di Indonesia enggak ada lagi orang yang track record-nya baik, sopan, tidak kasar, tidak terindikasi korupsi?" katanya kepada wartawan, Kamis (14/11/2019).

Untuk diketahui, kabar prihal Ahok akan ditunjuk menjadi bos BUMN muncul usai Ahok bertemu Menteri BUMN Erick Thohir Rabu (13/11/2019). Usai pertemuan, Ahok mengaku diminta Erick untuk ikut mengurusi BUMN. Ia tidak menyebut BUMN mana yang ia akan urusi.

Adapun saat Ahok menyatakan rencana penunjukan tersebut, empat kursi direktur utama BUMN memang tengah kosong. BUMN tersebut adalah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).

Bisa Berubah

Sementara itu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan Ahok harus dapat lebih mengendalikan sikapnya jika nanti menempati posisi di BUMN.

"Saya melihat sosok Ahok kalau dia memang bisa berubah, dia bisa menjadi pembersih di BUMN. Yang harus diubah adalah tidak merasa paling benar dan tidak pilih kasih," ujar Said Didu.

Ia menilai dengan karakter Ahok yang cenderung tanpa kompromi, sebaiknya ditempatkan di BUMN dengan bobot penugasan pemerintahnya lebih tinggi dibanding korporasinya. "Cocok di BUMN yang khusus mengurus penugasan pemerintah agar terlaksana dengan baik dan juga tidak merugikan BUMN," ucapnya.

'Petantang-Petenteng'

Sementara itu,politikus Partai Gerindra Andre Rosiade mengomentari kabar penunjukan Ahok dalam jajaran direksi atau pimpinan BUMN. Menurutnya, penunjukan pimpinan BUMN harus sesuai dengan prosedur Undang-Undang (UU) BUMN, dan juga UU Perseroan. 

Andre tidak ingin pemilihan jajaran itu hanya karena memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi. "Jangan sampai ada yang mentang-mentang, jadi pimpinan BUMN karena dekat dengan Presiden, jangan mentang-mentang," ungkap anggota Komisi VI DPR RI itu.

Jika memang pada akhirnya Ahok terpilih sebagai salah satu pimpinan di BUMN, Andre berharap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak bersikap petantang-petenteng, melainkan melakukan terobosan-terobosan.

"Jangan sampai nanti diulang lagi petantang-petenteng waktu jadi Gubernur DKI. Itu harapan kita. Jadi menjadi direksi BUMN diharapkan membawa kesejukan, dan terobosan untuk BUMN, bukan cari ribut ya," tutup Andre.

Sandiaga 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sudah ada tim ahli yang meneliti terkait rencana pengangkatan Ahok di BUMN.

"Sudah ada ahli-ahlinya, tanya ahlinya saja. Kalau kita kan korporasi, kita percaya 'good corporare governance' dan beliau punya kontribusi ya kan? Pak Sandiaga Uno saja sudah mengatakan hal yang positif (mengenai rencana pengangkatan Ahok)," kata Erick, di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Erick pun kembali mengatakan bahwa banyak BUMN yang membutuhkan figur mumpuni untuk memimpin.



#Ahok #ErickThohir #bumn

Komentar Anda
Komentar