Hello,

Reader

Ratusan Calon Peneliti RI Berebut Gelar Phd di Belanda
Ratusan Calon Peneliti RI Berebut Gelar Phd di Belanda

Jakarta, HanTer - Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan Academic Transfer kembali mengadakan PhD Recruitment. Acara ini memberikan kesempatan bagi para peneliti yang tertarik mengambil gelar PhD di Belanda untuk tatap muka dan berdiskusi langsung dengan para professor dan recruiter yang dapat menjadi pembimbing penelitian.

Dari 415 kandidat, sebanyak 145 calon peneliti Indonesia dinyatakan lolos untuk melakukan temu janji dan berdiskusi secara langsung dengan professor dan recruiters penelitian dari universitas Belanda, di Erasmus Huis, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (17/11/2019), proses pendaftaran PhD Recruitment sendiri bermula dari para calon peneliti melakukan pendaftaran secara online. Mereka diwajibkan untuk melampirkan curriculum vitae dan riset proposal. Pendaftar juga diwajibkan untuk memilih calon professor dan recruiters dari universitas Belanda yang sesuai dengan background dan topik riset penelitian.

“Acara PhD Recruitment 2019 menunjukkan minat dari institusi pendidikan Belanda untuk menarik peneliti Indonesia yang berbakat. Melanjutkan studi di jenjang PhD adalah mimpi dan tingkat keunggulan akademik tertinggi yang dapai dicapai oleh generasi muda serta pendalaman substansi terhadap minat,” kata Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl.

CEO Academic Transfer Jeroen Sparla menuturkan animo masyarakat Indonesia terhadap jenjang studi PhD semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan keseriusan para pendaftar dalam mengunggah riset proposal yang semakin beragam dalam pembahasan topik.

“Kemampuan bahasa Inggris dari para pendaftar semakin berkualitas dibuktikan dengan penyusunan kalimat yang jelas dalam menyusun proposal riset akademis. Melanjutkan PhD membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang di atas rata – rata. Karena mahasiswa PhD tidak hanya berkewajibkan menjelaskan ide kepada dirinya sendiri namun kepada supervisor dan khalayak ramai,”jelasnya.

Sebagai informasi, pada umumnya, terdapat tiga status PhD di Belanda yaitu PhD employer, PhD by scholarship, dan PhD dengan biaya sendiri.  Kondisi ketiga skema PhD tersebut relatif sama, namun untuk PhD employer biasanya ada tuntutan yang sedikit lebih tinggi karena para mahasiswa PhD menerima gaji dari universitas.

Mereka, memiliki jam kerja selama 40 jam per minggu yang berarti mempunyai kewajiban untuk berada di kampus pada hari Senin- Jumat minimal 8 jam per hari. Tahun pertama sebagai PhD student adalah tahun yang sangat menentukan.

Setelah tahun pertama, para mahasiswa PhD akan dilakukan assessment yang disebut Go/No Go Interview untuk menentukan apakah studi bisa dilanjutkan atau tidak. Selain menyelesaikan disertasi, para mahasiswa harus menyelesaikan 30 ECTS dalam kurun waktu empat tahun.


#nuffic #neso #peneliti

Komentar Anda
Komentar