Hello,

Reader

IAW Minta Erick Thohir Publikasikan Perombakan Besar Pejabat Kementerian BUMN
IAW Minta Erick Thohir Publikasikan Perombakan Besar Pejabat Kementerian BUMN

Jakarta, HanTer - Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar mempertanyakan

apa sesungguhnya alasan fundamen

Menteri BUMN Erick Thohir terhadap pencopotan besar-besaran secara serentak terhadap pejabat eselon 1 Kementerian BUMN yakni 7 Deputi dan 1 Sekretaris Utama. Yang dilakukan Erick merupakan perombakan terbesar di Kementerian sejak 15 tahun terakhir. Karena dalam perombakan tersebut akan menyentuh juga sampai eselon 2.

 

"Ini kali pertama ada Kementerian yang seluruh eselon 1 kosong melompong," ujar Junisab Akbar di Jakarta, Rabu (20/11/1019).

 

Junisab mengakui, dengan langkah yang dilakukan Erick banyak pihak heran bahkan terkesima. Apalagi pasca Erick  mempertontonkan polemik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diusung masuk ke lingkungan BUMN. Memang langkah yang dilakukan Erick sah-sah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kenapa ada perombakan besar - besaran terhadap pejabat eselon 1 dilakukan secara serentak tapi tidak dilakukan publikasi layaknya saat isu mengangkat Ahok menjadi bos di salah satu BUMN.

 

"Model rekrutmen terhadap para calon pengganti Deputi dan eselon 2 yang santer terkabar jumlahnya akan disusutkan itu sebaiknya dibuka ke publik. Sehingga publik tidak perlu meraba-raba. Itu juga berguna supaya Erick bisa mendapatkan personil kementeriannya dengan maksimal. Itu akan semakin menyepurnakan keterbukaan yang sudah dimulai oleh Erick Thohir," tandasnya.

 

Junisab menyebut, rekruitmen tersebut juga tentunya memerlukan waktu. Jangan sampai tersita waktunya dengan sangat panjang karena saat ini juga Erick Thohir juga harus membenahi ratusan BUMN yang harus segera ditangani dengan khusus. Apalagi jika kondisi BUMN itu dalam kondisi akut, merugikan negara dan masyarakat serta diambang kebangkrutan.

 

Untuk lebih memudahkan Erick, sambung Junisab, ideal jika rekrutmen eselon 1 dilakukan bersumber dari lingkungan BUMN itu sendiri dengan sistem lelang jabatan dengan porsentase yang lebih besar ketimbang dari pihak luar.  Sehingga hal itu akan lebih membuat kebijakan Kementerian BUMN menjadi lebih fokus. Selain itu dengan eselon 1 dan 2 bersumber dari personil BUMN maka mereka sudah memahami bagaiman menata kelola BUMN.

 

Menjadi sempurna kinerja Erick jika dia lebih memberi waktu dan perhatian yang lebih besar terhadap pergantian jajaran Direksi dan Komisaris BUMN. Ini akan sangat menyita energi yang luar biasa, sebab karakter BUMN sangat beragam ditimpali konflik politik diluar kementeriannya. Tekanan berlandas kepentingan terhadap kebijakan Erick akan lebih besar dari Menteri sebelumnya. Belum lagi konflik di dalam BUMN dan citra buruk terkait beberapa oknum pegawai BUMN terlibat tindak pidana terorisme.

 

"Sekecil apapun pengaruh tekanan kepentingan, publik sudah tahu bahwa itu ada. Sudah barang tentu akan lebih kecil tekanan dari pihak yang tidak terlalu dekat dengannya," paparnya.

 

Selain itu, lanjut Junisab, banyaknya temuan-temuan hasil audit BPK RI terhadap BUMN adalah persoalan serius yang patut untuk dipikirkan Erick pasca melakukan pergantian Direksi dan Dewan Komisaris BUMN. Sebab temuan tersebut akan sangat membebani kinerja BUMN ke depan. Pola penanganan temuan di seluruh BUMN idealnya bisa dikontrol secara langsung olehnya. Sehingga tindak-lanjut dari temuan BPK tersebut bisa dilaksanakan sesuai koridor hukum yang berlaku.

 

"Bukan seperti selama ini, justru temuan-temuan tersebut menjadi hutang yang bertumpuk-tumpuk yang konsekuensinya membuat buruk performa kinerja BUMN. Itu tentu berpengaruh pada kinerja kementeriannya. Sebaiknya Erick memikirkan hal itu dengan cermat," jelasnya.

 

Junisab memaparkan, pasca merombak kementeriannya, merombak Direksi dan Dekom BUMN, maka Erick harus bisa memacu kinerja orang-orang yang sudah dipilihnya nanti. Jangan sampai malah kinerja jajaran Direksi BUMN pilihannya justru kalah jauh dari keberhasilan dari Direksi yang dipilih jaman Menteri Rini Soemarno. Karena ini menjadi pertarungan bagi Erick apakah mumpuni mengurus BUMN jika dibandingkan Rini.

 

"Hanya Erick dan sinergi kinerja timnya yang bisa membuktikan hal itu. Jangan nanti malah seperti mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan sehingga Erick tidak terjebak dalam persoalan-persoalan hukum yang timbul di kementerian BUMN maupun BUMN itu sendiri," pungkasnya.


#Bumn

Komentar Anda
Komentar