Hello,

Reader

Saksi:  AP II  Jalankan Sinergi BUMN Sesuai Peraturan Menteri BUMN
Saksi: AP II Jalankan Sinergi BUMN Sesuai Peraturan Menteri BUMN

Jakarta, HanTer - Sidang dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) yang melibatkan dua perusahaan BUMN, PT Angkasa Pura (PT AP) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11/2019). Kali ini dihadirkan Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaludin sebagai saksi untuk terdakwa Taswin Nur, staf PT INTI.

 

Dalam kesaksiannya Muhammad Awaludin menjelaskan maksud sinergisitas. Menurutnya, AP II sebagai perusahaan BUMN telah sepakat melakukan sinergisitas yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri BUMN. "Betul dituangkan dalam MoU, kami dilibatkan dalam batasan ruang lingkup di informasi dan komunikasi teknologi. Tindaklanjut berupa perjanjian kerjasama," jelasnya.

 

Awaludin menuturkan, sinergistas tersebut terkait bentuk kerjasama antar BUMN. Menurut Awaludin, proses sinergisitas tersebut dilakukan oleh Direktur Operasi dan Teknik. "Proses itu yang dilakukan korporasi, saya posisikan Direktur Operasi dan Teknik yang membidangi bidang operasi dan teknik pak Djoko," paparnya.

 

Sebelumnya dalam sidang dengan kesaksian mantan Direktur Utama PT INTI, Dharman Mappangara, mengatakan kerjasama antara  PT INTI dan AP II lantaran diminta oleh Kementerian BUMN untuk melakukan sinergi. "Jadi awal mula kami sering dikumpulkan oleh Bu Rini (Soemarno,-red). Direksi sekitar dua atau tiga bulan sekali kumpul dan diminta melakukan sinergi," kata Darman, saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/11/2019) kemarin.

 

Setelah mendengarkan instruksi dari Rini untuk melakukan sinergi antara BUMN, kata dia, Muhammad Awaluddin, Direktur Utama (CEO) PT Angkasa Pura II (Persero), menindaklanjuti hal tersebut. "Pada tahun 2017, Pak Awaluddin (Dirut PT AP II,-red), beliau bilang 'Man masa gue sebagai Dirut AP II, kita tidak ada sinergi? Bu Rini sudah minta sinergi'" kata Darman, menirukan pernyataan Awaluddin kepada dirinya.

 

Namun, pada saat itu, Dharman meminta kepada Awaluddin agar jangan terburu-buru melakukan sinergi. Sebab, dia mau terlebih dahulu memperbaiki kondisi internal PT INTI.

Akhirnya pada 2018, Rini Soemarno kembali mengumpulkan jajaran PT INTI dan PT Angkasa Pura II. Awaluddin kembali mengingatkan Darman mengenai instruksi Rini Soemarno untuk melakukan sinergi.

 

Untuk diketahui, sidang pada Senin (18/11/2019) ini, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengagendakan pemeriksaan saksi untuk terdakwa staf PT INTI, Andi Taswin Nur, sebanyak empat orang saksi yakni Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaludin,  Direktur Operasi dan Pelayanan PT Angkasa Pura II, Ituk Herariandri, Direktur Utama PT Berlian Kreasi Aneka Teknik, Darmawan Harianto dan Endang, Supir Pribadi Andra Y. Agussalam.


#Korupsi #bumn

Komentar Anda
Komentar