Hello,

Reader

ACTA Dukung FSPPB Tolak Ahok jadi Bos Pertamina
ACTA Dukung FSPPB Tolak Ahok jadi Bos Pertamina

Jakarta, HanTer - Penolakan terhadap Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dikabarkan bakal menjadi petinggi di PT Pertamina (Persero), kerap disuarakan berbagai kalangan. Baru-baru ini, Serikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengungkapkan penolakan tersebut.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Novel Bamukmin mengaku mendukung sikap Presiden FSPPB Arie Gumilar yang menolak rencana pengangkatan Ahok sebagai salah satu bos perusahaan berpelat merah itu. Bahkan, Novel menegaskan ACTA siap memberikan bantuan advokasi bagi Ari.

"Saya wakil ketua ACTA siap memberikan bantuan advokasi kepada Ari Gumilar," kata Novel di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Tak hanya bantuan advokasi, dia menyebut siap memediasi Ari dan bertemu dengan tokoh-tokoh Alumni 212 jika memang diperlukan.

"Sudah kewajiban kami untuk membantu pejuang keadilan untuk menyelamatkan bangsa ini dari pelaku yang diduga terlibat korupsi di berbagai tempat," kata Novel.

Kegaduhan

Untuk diketahui, Ari Gumilang belakangan ramai diberitakan karena sikapnya menolak rencana pengangkatan Ahok jadi salah satu bos BUMN, khususnya Pertamina. 

Dalam wawancara di beberapa media, Ari menyebut Ahok selalu membuat keributan dan kegaduhan, serta berkata-kata kotor. Menurut Arie, lebih banyak mudarat ketimbang manfaat jika Ahok memimpin Pertamina. 

Ari juga diketahui pernah bergabung dalam Aksi 212 atau Aksi Bela Islam buntut pernyataan Ahok yang disebut menghina Alquran surat Al-Maidah.

Sementara Kementerian BUMN meminta kepada serikat pekerja di FSPPB untuk tidak membawa urusan politik ke urusan bisnis.

"Ini kan bisnis jangan bawa politik lah ke urusan bisnis gitu. Jadi kami minta, kami harapkan teman serikat pekerja lihat dulu," kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Kantor Kementerian BUMN.

Masalah Baru

Adapun Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, juga sempat mengomentari rencana Presiden Jokowi menjadikan Ahok sebagai pejabat perusahaan BUMN. Menurutnya, hal itu hanya akan menambah masalah baru.

"Saya bingung Pak Jokowi cari masalah baru," kata Rizal, beberapa waktu lalu.

Menurut Rizal, saat ini sudah banyak masalah yang ada di Indonesia yang perlu diselesaikan. Pengangkatan Ahok sebagai bos perusahan BUMN hanya akan menambah kontroversi yang tidak perlu.

"Masalah Indonesia ini sudah banyak. Ini (Ahok) orang bermasalah yang hanya akan menimbulkan kontroversi yang enggak perlu," ungkap Rizal.

Adapun alasan Rizal tak setuju dengan rencana Presiden Jokowi tersebut karena Ahok memiliki track record yang tidak mulus dalam kariernya. Bahkan ia menyarankan penunjukan bos perusahaan BUMN bisa ditunjuk dari sektor swasta yang lebih kompeten dari Ahok.

Rizal menyebutkan, salah satu contoh kasus yang mencoreng rekam jejak Ahok adalah pembelian lahan RS Sumber Waras saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Mendorong Kompetisi

Pengamat BUMN sekaligus Peneliti Senior Divisi Integritas Danang Widoyoko menilai adanya orang lama di Pertamina takut menghadapi kompetisi ketika Ahok memimpin perusahaan pelat merah tersebut.

"Saya menduga masuknya Ahok itu akan mendorong kompetisi. Artinya mereka yang nggak perform itu harus siap-siap diganti oleh manajer yang lebih menunjukkan kinerja," katanya di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

"Ya tentu kita memahami bahwa serikat pekerja memang akan selalu ada resisten terhadap upaya-upaya kompetisi, liberalisasi. Ini (kepemimpinan Ahok, red) pada akhirnya akan mendorong kompetisi," lanjutnya. 


#BUMN #Ahok #pertamina

Komentar Anda
Komentar