Hello,

Reader

Jokowi Diminta Jelaskan Soal Pemberian Grasi Kepada Terpidana Korupsi
Jokowi Diminta Jelaskan Soal Pemberian Grasi Kepada Terpidana Korupsi

Jakarta, HanTer - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Zaenur Rohman mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan kepada publik terkait pemberian grasi kepada terpidana kasus korupsi Annas Maamun, Gubernur Riau nonaktif yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dalam kasus perkara alih fungsi lahan kebun kelapa sawit senilai Rp 5 miliar di Kabupaten Kuantan, Singingi, Riau. 

Akibat perbuatannya itu, oleh pengadilan Tipikor Bandung, Annas Maamun dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun, denda 200 juta dan subsider 2 bulan kurungan. Karena tidak terima dengan putusan PN Tipikor Bandung, pada 2018, Annas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, kasasi ditolak dan MA memperberat hukuman Annas menjadi tujuh tahun penjara.

“Jokowi harus menjelaskan secara detail apa alasannya memberikan grasi kepada Annas Maamun,” jelas Zaenur Rohman di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Zaenur membenarkan, meski pemberian grasi kepada seorang terpidana adalah kewenangan presiden. Namun presiden harus menjelaskan kepada publik alasan grasi itu diberikan kepada Annas Maamun. Jika alasannya adalah kesehatan maka di lembaga pemasyarakatan juga ada fasilitas kesehatan. Sementara apabila membutuhkan perawatan lebih lanjut juga bisa menggunakan fasilitas kesehatan di luar lembaga pemasyarakatan.

Zainur mempertanyakan grasi yang diberikan presiden kepada Annas Maamun. Jika grasi diberikan dengan pertimbangan kesehatan dan usia lanjut maka hal tersebut tidak kuat. Sebab para pelaku korupsi yang sudah divonis pengadilan rata - rata telah berusia lanjut dan sakit-sakitan. Jika hal itu dilakukan, maka semua napi korupsi yang sudah berusia lanjut akan menuntut presiden untuk memberikan grasi.

“Jadi menurut saya alasan kesehatan ini juga alasan yang sudah diberikan pengaturan dan ada solusinya, begitu, bukan dengan diberi grasi,” sambungnya.


#Jokowi #grasi #koruptor

Komentar Anda
Komentar