Hello,

Reader

Akses Jalan Ditutup Pengembang, Pengurus RW se-Ujung Menteng Ngadu ke Gubernur
Melalui surat No 003/22/11/2019/RW. Se-Ujung Menteng, sejumlah pengurus RW mengajukan permohonan buka akses Jalan Boulevard JGC kepada Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan. 
Akses Jalan Ditutup Pengembang, Pengurus RW se-Ujung Menteng Ngadu ke Gubernur

Jakarta, HanTer - Polemik penutupan akses jalan Boulevard perumahan Jakarta Garden City (JGC) yang sudah berlangsung satu bulan lebih terus bergulir. Malahan, sejumlah pengurus rukun warga (RW) se-Ujung Menteng Jakarta Timur yang terdampak dari penutupan akses jalan tersebut mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Melalui surat No 003/22/11/2019/RW. Se-Ujung Menteng, sejumlah pengurus RW mengajukan permohonan buka akses Jalan Boulevard JGC kepada Gubernur DKI Jakarta H. Anies Rasyid Baswedan. 

"Bersama surat ini kami atas nama pengurus RW se-Ujung Menteng meliputi RW 01, 02, 03, 05, 07, 08, dan 09 secara bersama-sama ingin mengajukan pernohonan kepada Gubernur DKI Jakarta dan seluruh instansi yang berwenang terkait tindakan penutupan akses jalan Boulevard JGC yang dilakukan oleh pihak developer JGC dalam kurun waktu kurang lebih sudah satu bulan yang lalu dan sampai hari ini kami bersurat belum juga dibuka kembali," demikian bunyi petikan surat tersebut yang diterima wartawan, Kamis (5/12).

"Dalam kesempatan ini pula dapat kami sampaikan betapa sangat pentingnya akses jalan tersebut bagi warga kami khususnya bagi warga kelurahan Ujung Menteng Jakarta Timur guna mempermudah dan mempercepat jarak tempuh kami dalam menuju keberbagai tujuan dengan menggunakan akses jalan tersebut dari dan menuju Jalan Bekasi Raya dengan menggunakan akses jalan Boulevard perumahan Menteng Metropolitan (Perumahan Menteng Metland)," bunyi petikan surat tersebut di paragraf selanjutnya.

Dalam surat tersebut warga juga berharap  Gubernur DKI Jakarta beserta instansi terkait dapat menjembatani serta menyikapi dan serta merealisasikan keluhan dan permohonan warga dengan dibukanya kembali akses jalan Boulevard JGC dengan dasar mengedepankan kepentingan masyarakat luas diatas kepentingan bisnis atau golongan.

Surat ditandatangani Ketua RW 01 Andre Priyanto, RW 02 H Ali Sadikin, RW 03 H Ahmad Baihaki, RW 05 H Sarwono, RW 07 H Agus Suhiharto, Ketua RW 08 Padholi serta RW 09 Elman.

Surat  juga ditembuskan kepada Walikota Jakarta Timur, kepala sudin perhubungan Jaktim, Camat Cakung serta Lurah Ujung Menteng.

Terkait masalah ini, Wakil ketua DPRD DKI Abdurahman Suhaimi mengatakan secara prinsip kalau sesuatu yang menyusahkan masyarakat harus segera ditanggulangi.

"Jadi pihak-pihak terkait harus dimediasi oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur agar permasalahan cepat tuntas," ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/12).

Ketika ditanyakan kemungkinan  memanggil Walikota Jakarta Timur terkait masalah ini, koordinator komisi A ini berkomentar singkat.

"Kita akan pelajari lebih dulu. Saya akan mengumpulkan informasi," ujarnya diplomatis.

Sementara itu, terkait klaim Walikota jalan alternatif mendapat kesepakatan warga dibantah Muhayar, anggota Komisi D DPRD DKI yang sejak pertama menerima aduan warga saat reses di daerah pemilihannya.

"Klaim warga mendukung dibukanya jalan alternatif itu tidak benar. Jalan itu hanya dinikmati segelintir warga saja," ujarnya kemarin.

Sebelumnya, Walikota Jakarta Timur M Anwar mengungkapkan pihaknya tidak mau mencampuri urusan bisnis diantara dua pengembang dikawasan tersebut. Yang pasti salah satu solusi yang diambil pihaknya yakni dengan membuka jalur alternatif sehingga aktivitas warga tidak terganggu.

"Usulan jalur alternatif tersebut juga kesepakatan dari warga sekitar. Kita hanya memfasilitasi keinginan warga. Kita sudah buka jalan alternatif 4 atau 5 hari lalu," ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD DKI, Selasa (3/12). 

Terkait pembukaan akses jalan Boulevard  Anwar mengaku pihaknya masih menunggu serah terima BAST (berita acara serah terima).

"Kita mesti melihat serah terima BAST-nya dahulu. Kita lagi buka detailnya. Kalau sudah diserahkan baru kita bongkar. Kalau belum diserahkan kita tidak bisa membongkar, karena bisa dianggap pengrusakan," tegasnya.
 


#JakartaGardenCity #UjungMenteng

Komentar Anda
Komentar