Hello,

Reader

Sasar Milenial, BPJAMSOSTEK Gelar Festival Selepas Kerja
Sasar Milenial, BPJAMSOSTEK Gelar Festival Selepas Kerja

Jakarta, HanTer - Kaum milenial saat ini berada dalam usia kerja produktif dan mendominasi berbagai perusahaan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Lantaran itu, upaya edukasi pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada kaum milenial terus digencarkan.

Salah satu upaya edukasi itu dilakukan melalui kegiatan bertajuk Festival Selepas Kerja yang digelar BPJAMSOSTEK dengan menggandeng VICE, sebuah media digital konten, di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Direktur Umum dan SDM BPJAMSOSTEK, Naufal Mahfudz dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa selain edukasi pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, Festival Selepas Kerja juga memberikan dorongan dan tips-tips kepada kaum milenial untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT BPJAMSOSTEK ke-42 dan bertujuan untuk melakukan edukasi softsale dengan cara berbeda kepada pekerja muda dan untuk melakukan diseminasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan, serta peningkatan awareness terhadap program yang kami selenggarakan,” ucap Naufal.

Festival  Selepas Kerja terdiri dari beberapa rangkaian acara salah satunya yaitu Talk Show dan Diskusi Tanya Jawab dengan berbagai topik menarik yang menghadirkan narasumber-narasumber  berkompeten untuk berbagai cerita dan pengalamannya sesuai dengan topik yang mereka bawakan.

Side Hustle, menjadi topik pertama pada acara tersebut yang membahas tentang pekerja yang memiliki pekerjaan lebih dari satu namun tetap bisa menyeimbangkan pekerjaan-pekerjaan itu. Topik ini menghadirkan Paquita Genuschka, seorang Radio Announcer dan Pemilik Restauran, Pangeran Siahaan seorang CEO Asumsi & Football Player serta Dea Rizkita seorang Psikolog, Dosen dan Model.

Pada sesi kedua talkshow, Naufal juga bertindak sebagai pembicara bersama Haikal Bekti Anggoro, Adi Renaldi, dan Fathia Izzati menyuguhkan obrolan bertema Guide to Work-Life Balance of a Budak Korporat.

“Semoga dengan adanya perbincangan ini istilah Budak Korporat bisa berubah menjadi Sobat Korporat agar pekerja muda bisa merasa selalu senang saat bekerja di perusahaan tempat mereka bekerja sama seperti perasaan senang saat mereka sedang berkumpul bersama sobat-sobatnya,” kata Naufal

Sementara itu  topik ketiga pada sesi Talkshow mengangkat tema Financial Advise yang mengundang  Ligwina Hananto sebagai Financial Advisor untuk berbincang mengenai bagaimana seorang pekerja muda bisa sejahtera dari sisi ekonomi mulai dari saat ini hingga memasuki usia tua atau pensiun. Hal ini sejalan dengan prinsip BPJAMSOSTEK yang ingin mensejahterakan pekerja dari masa muda pekerja hingga masa tua.

Work, Feelings, and Mental Health juga menjadi bahan diskusi menarik yang dibahas oleh Dr. Tjhin Wiguna, SPKJ dan Ade Binarko. Dan untuk sesi terakhir Hadi Ismanto, Anindya Anugrah, Hilarius Jason, dan Tim Sindikasi turut meramaikan acara dengan membahas topik The Time That I Messed Up di mana mereka bercerita mengenai bagaimana pengalamannya untuk bisa bangkit setelah terpuruk dan berada dititik terendah pada bidang pekerjaan yang digeluti.

Selain mendapatkan pengetahuan baru dari tema yang disajikan, peserta festival juga secara langsung mendapatkan informasi mengenai BPJAMSOSTEK melalui booth aktivasi yang disediakan serta dihibur dengan penampilan Ardhito Pramono, penyanyi asal Indonesia yang sedang digandrungi oleh pekerja muda.

 


#bpjamsostek #festival #kerja

Komentar Anda
Komentar