Hello,

Reader

Tuntut Sukmawati dan Muwafiq Diperiksa, PA 212 Akan Demo ke Mabes Polri dan DPR
Tuntut Sukmawati dan Muwafiq Diperiksa, PA 212 Akan Demo ke Mabes Polri dan DPR

Sampai saat ini Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq belum juga diperiksa Kepolisian. Padahal, kedua tersangka dugaan penistaan agama itu sudah dilaporkan ke Mabes Polri.

“Terkait hal ini kami dari Persaudaraan Alumni (PA) 212,  Insya Allah PA 212 akan menggelar aksi damai di Mabes Polri di Jalan Trunojoyo," kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin Novel kepada Harian Terbit, Selasa (10/12).

Novel mengemukakan aksi damai itu mendesak Kepolisian untuk mengusut kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Sukmawati Soekarnoputri dan Gus Muwafiq.
 
Menurutnya, aksi tersebut digelar karena Sukmawati dan Muwafiq diduga telah menistakan agama namun tidak kunjung diperiksa oleh Kepolisian.

Sebagai Sekjen Korlabi, menurut Novel, pihaknya sudah melaporkan Sukmawati dan Muwafiq ke kepolisian.

"Sampai saat ini Sukmawati belum diperiksa padahal kasus ini adalah kedua kalinya dilakukan Sukmawati. Begitu pun Muwafiq juga belum diperiksa," ujarnya.

Keadilan

Novel mengemukakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu itikad baik dari kepolisian untuk bisa menegakkan keadilan bukan membela orang yang diduga tersangkut pidana dugaan penista agama. Kasus Sukmawati dan Muwafiq sudah masuk unsur unsur penistaan terhadap agama, apalagi kasus Sukmawati sudah kedua kalinya dengan lima kali menyinggung keranah dugaan penistaan agama 

“Ini menjadi tugas Kaapolri yang baru untuk bisa bertindak tegas tanpa pandang bulu demi martabat kepolisian agar dipercaya masyarakat dan tidak menimbulkan kegaduhan,” kata Novel.

Menurutnya, kalau sampai terjadi polisi tidak mengusut Sukmawati dan Muwafiq bahkan kasus-kasus dugaan penista agama sebelumnya, pihaknya akan mengadu ke DPR.

Menurut Novel, pihaknya mencatat, ada 20 kasus dugaan penista agama yang belum di proses. 

“Saya berharap akan bisa memperjuangkan aspirasi kami untuk tegaknya keadilan. Kami akan beraudensi ke DPR RI agar bisa meminta pertanggung jawaban Kapolri dan DPR  harus bisa kembali untuk memangggil Kapolri atas mandulnya proses hukum terhadap penista agama sampai saat ini,” papar Novel.

Tidak Jalan

Sebelumnya, Ketua umum PA 212 ustaz Slamet Maarif meminta aparat kepolisian agar menegakkan keadilan dan memproses kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati yang diduga membandingkan presiden ke-1 RI Soekarno dengan Nabi Muhammad.

"Kami sudah berkali-kali laporkan dan menginginkan proses hukum berjalan. Jangan sampai suasana kondusif bangsa ini terganggu karena proses hukum tidak berjalan," kata Slamet Maarif pada Reuni Akbar 212 di Jakarta, Senin.

Ia meminta polisi segera mengambil sikap tegas untuk memanggil Sukmawati sebagai pihak yang diduga melakukan penistaan agama. Jika hal itu tidak dilakukan, kepercayaan publik bisa pudar terhadap hukum.

"Desakan proses hukum kepada aparat polisi ditujukan agar kepercayaan masyarakat khususnya umat Islam tidak pudar. Oleh karena itu, Sukmawati Soekarnoputri harus segera dipanggil dan diperiksa pihak berwajib," katanya menegaskan.

Ia mengaku pihaknya berkali-kali melaporkan Sukmawati Soekarnoputri. Namun, hingga kini belum ada kepastian proses hukum terkait dengan kasus dugaan penistaan agama.

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya tengah mengklarifikasi para saksi pelapor yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama.

Sukmawati dilaporkan sejumlah pihak ke polisi lantaran diduga membandingkan Nabi Muhammad saw. dengan presiden ke-1 RI Soekarno.

"Terkait dengan kasus pelaporan Sukmawati itu kami masih melakukan klarifikasi dengan memanggil para pelapor. Ini masih tahap penyelidikan, tentunya ke depan kami periksa semuanya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya.

Gus Muwafiq, seperti dilansir CNN Indonesia, dalam salah satu tausiyah-nya di Jawa Tengah mengisahkan tentang kisah hidup Nabi Muhammad. Muwafiq menyebut Nabi Muhammad tidak terurus dengan baik.

Video ceramah yang didominasi dalam bahasa Jawa tersebut viral, dan berujung kecaman dari sejumlah kalangan. Muwafiq pun telah meminta maaf atas ucapannya yang dianggap menyinggung sebagian umat.


#Sukmawati #BungKarno #NabiMuhammad #umatislam

Komentar Anda
Komentar