Hello,

Reader

Impor Migas dan Baja Marak, Jokowi Kesal Dinilai Lucu dan Menggelikan
Impor Migas dan Baja Marak, Jokowi Kesal Dinilai Lucu dan Menggelikan

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo kembali melontarkan pernyataan aneh dan menggelikan publik saat menyampaikan kekesalannya atas impor minyak dan gas bumi (migas), yang kemudian ditambahkan kali ini dengan impor baja. 

Demikian disampaikan ekonom konstitusi Defiyan Cori dan pemerhati politik M Rizal Fadilah kepada Harian Terbit, Minggu (15/12/2019).

“Anehnya adalah bahwa permasalahan yang dikemukakannya itu merupakan tanggungjawab Presiden sebagai Kepala Pemerintahan dan para menteri terkait yang harus menyelesaikannya serta mencari terobosan (breakthrough) sebagai jalan keluar mengurangi impor,” kata Defiyan.

Menurutnya, masalah defisit migas karena besarnya impor migas dan membanjirnya produk baja impor itu berarti mengingatkan tugas dan tanggungjawab Presiden sendiri. Jika para menteri yang dimaksud tak melakukan kebijakan subtitusi impor dengan menekan impor migas hingga barang industri dasar seperti baja yang masih banyak diimpor semestinya itu tidak dilakukan saat menjabat di periode 2014-2019. 

Hal ini berarti kesalahan Presiden memilih dan menempatkan menteri yang tak cakap. “Faktanya menempatkan menteri yang tak punya kapasitas dan kompetensi itu kembali dilakukan pada periode 2019-2024. Gejala kekisruhan kabinet telah tampak ketika Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada tanggal 10 Desember 2019 menyampaikan bahwa Pertamina sumber kekacauan.

Pertanyaannya, kata Defiyan, adalah, mengapa hal itu kembali dilakukan dan juga hanya menyampaikan keluhan dan kekesalan yang sama, padahal para menterinya adalah pilihan dan pembantu Presiden sendiri, Presiden punya hak prerogatif untuk mencopotnya.

Defiyan menyatakan keprihatinan mendalam atas tata kelola keuangan dan industri negara yang semakin memburuk, jauh dari wujud kemandirian ekonomi, profesionalisme maupun disiplin anggaran terhadap seseorang yang memiliki otoritas di bidang tersebut serta telah memperoleh predikat salah seorang Menteri Keuangan terbaik di dunia oleh berbagai lembaga internasional.

Lucu

Sementara itu, pengamat politik M Rizal Fadillah menilai kekesalan Jokowi tersebut sangat lucu. “Kesal Jokowi sebenarnya kembali kesal pada dirinya sendiri yang gara gara kebijakannya menyebabkan impor menjadi tinggi. Publik melihat hanya retorika politik saja jika kini pidato Presiden diisi dengan teriakan "stop impor!". Apalagi dengan nada dan ekspresi kesal. Lucu memang,” kata Rizal.

Menurutnya, emimpin seharusnya jujur dan tidak berpura pura. Atau memang memandang segalanya "bukan urusan saya"?

Rizal mengemukakan, kekesalan Jokowi itu seperti main-main karena impor itu bukan dengan sendirinya datang tapi akibat kebijakan pemerintah juga. “Jika kran ditutup pasti impor tak ada atau sekurang kurangnya mengecil,” kata Rizal dalam keterangannya yang diterima Harian Terbit, Minggu (15/12/2019). 

Sebagai contoh, kata Rizal, banjirnya impor baja sebab utamanya adalah "peraturan". Menurut catatan  Asosiasi Besi Baja Indonesia (IISIA) justru Permendag 110 tahun 2018 tentang ketentuan impor besi baja, baja paduan, dan produk turunannya yang  menghapuskan pertimbangan teknis sebelum impor baja adalah penyebab. Akibatnya impor sangat mudah dan tidak ada sistem kontrol izin impor. 

Begitu juga pengalihan pos tarif baja karbon (HS Code) menjadi paduan. Baja paduan impor dari Cina justru sangat murah karena mendapat keunggulan tax rebate atau insentif. Negara pemasok khususnya Cina terhindar dari bea masuk anti dumping 20 %. Akibatnya baja membanjiri negeri ini. 

Impor migas meningkat terus sehingga defisit neraca perdagangan sektor migas di Januari-Mei 2019 mencapai 3,74 Milyar US Dollar. Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Menteri BUMN waktu itu Rini Soemarni disemprot Presiden Jokowi kesal.

Presiden Joko Widodo tampak kesal dengan banyaknya impor migas, juga jengkel dengan maraknya baja impor.  Jokowi kembali mengingatkan kepada para menteri untuk melakukan kebijakan subtitusi impor dengan menekan impor migas hingga barang industri dasar seperti baja yang masih banyak diimpor. 

"Tolong jadi catatan BKPM (Bahlil Lahadalia), jadi catatan Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan)!" seru Jokowi.

Sebelum menyentil banjir baja impor, Jokowi juga menyinggung soal impor migas yang nilainya lebih besar. Saat itu Jokowi terlihat kesal menyampaikannya. 



#Impor #migas #baja #presiden #jokowi

Komentar Anda
Komentar