Hello,

Reader

Dua Pelaku Masih Buron, 4 Ditangkap: Ribuan Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Fiktif, Kerugian Rp40 Miliar
Ilustrasi (ist)
Dua Pelaku Masih Buron, 4 Ditangkap: Ribuan Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Fiktif, Kerugian Rp40 Miliar

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penipuan bermodus perumahan syariah dengan korban hingga 3.680 orang. Dalam peristiwa ini warga mengalami kerugian Rp40 miliar.

Dalam pengungkapan tersebut polisi menangkap empat tersangka yakni MA, SW, CB dan S. Empat orang ini diketahui terlibat langsung untuk merencanakan pembangunan perumahan fiktif untuk menjerat para korbannya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Jakarta, Senin (16/12/2019), mengatakan modus komplotan ini adalah menawarkan perumahan dengan harga murah dan iming-iming perumahan syariah.

"Katanya rumah ini harganya murah, tidak riba, tidak pakai bunga bank, tidak perlu cek bank dan sebagainya. Jadi bernuansa syariah semuanya sehingga masyarakat menjadi tertarik," kata Gatot.

Dijelaskan Gatot, komplotan ini berhasil menipu hingga 3.680 orang dan sebanyak 63 orang telah melapor dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya. Adapun total kerugian yang diderita oleh para korban mencapai Rp40 miliar.

"Dari penelusuran kita ini ada lebih kurang 3.680 korban dari itu semua kita sudah memeriksa sebanyak 63 korban. Nah kita coba menghitung kerugian berapa, kerugian lebih kurang Rp40 miliar," tuturnya.

Para pelaku ini kini ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga masih terus mendalami aliran dana dari para tersangka.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murthi mengatakan para tersangka ini terancam hukuman penjara hingga 12 tahun. "Ada 12 tahun," kata Dedi di Polda Metro Jaya, Senin.

Buronan

Penyidik Subdirektorat Harta dan Benda (Subdit Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat ini tengah memburu dua buronan kasus penipuan bermodus perumahan syariah, menyusul penangkapan empat tersangka anggota komplotan itu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murthi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, mengatakan ada dua orang yang masih dalam pengejaran petugas.

"Sementara ada dua, itu tidak berhenti, masih kita dalami," kata AKBP Dedi di Polda Metro Jaya, Senin.

Harus Hati-hati

Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi pembelian rumah seiring kasus penipuan berkedok perumahan syariah yang marak terjadi belakangan ini.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi mengimbau masyarakat untuk mengecek lebih dulu perusahaan pengembang perumahan di website kementerian.

"Cek ke Kementerian Agama, ke PUPR, terdaftar atau tidak perizinannya, kemudian legal formil mereka terpenuhi atau tidak," kata Dedy di Polda Metro Jaya, Senin (16/12).

Pada November lalu, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar sindikat penipuan berkedok perumahan syariah dengan korban sebanyak 270 orang. Sindikat tersebut mampu meraup keuntungan hingga Rp23 miliar.

Terbaru, sindikat penipuan perumahan syariah terhadap 3.680 korban dengan kerugian mencapai Rp40 miliar.

Dedy menuturkan masyarakat juga bisa menelusuri izin pembangunan perumahan di Pemerintah Daerah.



#Rumah #penipuan #polisi

Komentar Anda
Komentar