Hello,

Reader

Terus Bertambah, Kini 32 Pelabuhan Terapkan Inaportnet
Terus Bertambah, Kini 32 Pelabuhan Terapkan Inaportnet

Jakarta, HanTer - Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) R. Agus H. Purnomo mengatakan pelabuhan yang diwajibkan menerapkan Go-Live inaportnet terus bertambah. Kali ini, diterapkan di 15 pelabuhan, setelah sebelumnya sudah berjalan di 17 pelabuhan.

"Pada hari ini, penerapan Inaportnet tahun 2019 sudah memasuki tahapan Go-Live yang artinya pada hari ini pelayanan kapal dan barang di 15 pelabuhan yang sudah ditetapkan wajib menggunakan Inaportnet," kata Agus dalam acara Go-Live Aplikasi Inaportnet di Samarinda, Senin (16/12/2019).

Dalam peluncuran Go-Live aplikasi Inaportnet ini, Agus menekankan tiga aspek yang harus diperhatikan dalam penerapannya. Aspek pertama, kata dia, yakni komitmen. "Tanpa adanya komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka aplikasi ini tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan," tuturnya.

Selanjutnya, aspek kedua yang harus tetap dijaga adalah koordinasi. Artinya, bagaimana setiap pihak yang berkepentingan dapat saling bahu-membahu untuk mewujudkan tujuan implementasi dari Aplikasi ini yang tentunya melibatkan banyak pihak dan instansi terkait.

Sementara aspek terakhir, Agus menekankan untuk terus memupuk kreativitas dan inovasi. "Saya mengimbau kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka, dinamis dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kapten Wisnu Handoko menjelaskan perubahan proses layanan dari manual menjadi elektronik ini akan membutuhkan penyesuaian dari semua pihak yang terkait.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyusun grand design pengembangan Inaportnet sampai 10 tahun ke depan dengan melibatkan berbagai konsultan, serta melakukan perbandingan dengan pelabuhan luar negeri, seperti dengan Port of Rotterdam.

"Kalau tahun depan setidak-tidaknya minimal kita penambahan di jumlah yang sama, paling tidak minimal 15 pelabuhan lagi ke depan, tetapi ternyata kita prioritaskan juga untuk terminal-terminal khusus yang khususnya misalkan untuk ekspor batubara mineral karena kita ingin mengamankan semua ekspor-ekspor kita bisa terdata dengan baik," ujarnya.

Selain itu, dipilihnya Samarinda sebagai tempat Go-Live yakni untuk menunjukkan bahwa Samarinda menjadi salah satu parameter kegiatan bongkar muat untuk bahan atau material komoditi batu bara dan mineral lainnya.

Ia pun mengatakan selama ini inaportnet identik dengan pelabuhan container/general cargo sehingga kita ingin menunjukkan bahwa kegiatan pengangkutan komoditi ekspor mineral pun juga bisa kita tata dengan baik.

Sementara itu untuk melaksanakan penerapan Inaportnet di 15 pelabuhan tersebut, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut bersama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan sejak bulan Januari 2019 hingga saat ini.

Persiapan yang dilakukan antara lain dengan melakukan rapat koordinasi, Training of Trainer (TOT) kepada para petugas Inaportnet, sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, penandatanganan Pakta Integritas penerapan Inaportnet oleh Kepala Kantor KSOP dan perwakilan PT. Pelindo I - IV, serta pelaksanaan soft launching Inaportnet yang dilakukan secara bertahap di masing-masing pelabuhan.

"Kami mengimbau agar semua pihak dapat meningkatkan koordinasi dan bersinergi dengan baik agar penerapan Inaportnet dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi nasional," tutup Wisnu.

Sebagai informasi, setelah diterapkan di 17 pelabuhan, Inaportnet yang akan diterapkan di 15 pelabuhan lainnya, antara lain Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Pelabuhan Tanjung Pinang,Pelabuhan Pekanbaru, Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Pelabuhan Pangkal Balam, Pelabuhan Tanjung Pandan, Pelabuhan Cilacap, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Samarinda, Pelabuhan Bontang, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Ternate, Pelabuhan Jayapura. 



#kemenhub #inaportnet

Komentar Anda
Komentar