Hello,

Reader

Pemerintah Diminta Fokus Genjot Pembinaan Cabor Olimpiade
Windy Cantika Aisah menjadi salah satu lifter masa depan Indonesia (ist)
Pemerintah Diminta Fokus Genjot Pembinaan Cabor Olimpiade

Jakarta, HanTer - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta untuk memfokuskan pembinaan prestasi bagi cabang olahraga yang di pertandingkan di Olimpiade.

Hal tersebut dikatakan Direktur Keluarga, Perempuan, Anak , Pemuda dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Woro Srihastuti Sulisyaningrum dalam acara seminar kajian strategis penyusunan peta jalan (road map) peningkatan prestasi olahraga oleh Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, kemarin.

Ia menuturkan bahwa sejatinya pemerintah memang wajib memfokuskan cabang prioritas yang dipertandingkan di Olimpiade sebagai multi event empat tahunan bergengsi sejagat. Diantaranya terhadap 10 cabang olahraga yang berpotensi untuk meraih medali.

Kesepuluh cabang olimpiade yang harus diprioritaskan tersebut di antaranya, bulu tangkis, angkat besi, panahan, renang, senam, atletik, dan balap sepeda. Woro menerangkan, road map wajib untuk segera di susun terhadap cabang prioritas guna menatap prestasi pada Olimpiade 2024.

"Kalau untuk lolos kualifikasi ke Olimpiade 2020 kan persiapannya terlalu sebentar. Jadi dengan fokus ke cabang olimpiade, setidaknya itu sebagai persiapan kita nanti di Olimpiade 2024," kata Woro.

Hal itu dianggap sangat diperlukan, selain karena anggaran yang terbatas, tetapi juga mempertimbangkan rekam jejak prestasi Indonesia di Olimpiade. Kementerian PPN/Bappenas dalam laporannya menyebutkan bahwa sepanjang sejarah olimpiade, Indonesia hanya konsisten meraih medali pada tiga cabang olahraga, yakni bulu tangkis, panahan, dan angkat besi.

Dengan prioritas pembinaan kepada cabang olimpiade, Indonesia diyakini dapat mengulang prestasinya di olimpiade 2024 mendatang.

Senada dikatakan pengamat olahraga nasional Fritz E. Simanjuntak. Ia berpendapat meskipun penentuan sepuluh cabang olimpiade itu masih belum sempurna, tapi ia menilai itu bisa diterima sebagai langkah awal dalam peningkatan pembinaan olahraga di Indonesia.

"Sepuluh cabor olimpiade yang ditentukan oleh Bappenas tidak sempurna, tapi ini patut diterima sebagai start. Astralia hanya fokus pada delapan cabang olahraga. Jadi Indonesia gak usah berambisi besar dapat banyak emas di olimpiade," kata Fritz.

Ketua Olimpian Indonesia yang juga mantan atlet tenis nasional, Yayuk Basuki turut mengamini strategi tersebut. Ia menilai anggaran Pelatnas cabang olahraga olimpiade dan rekreasi tidak bisa disamaratakan. Pemerintah menurutnya, harus lebih fokus memprioritaskan cabang-cabang olimpiade.

"Di Manila ada 56 cabor. Itu berati kita gak fokus. Anggaran sekian, dibagi rata, ya enggak bisa," ucap Yayuk menegaskan.


#Pemerintah #kemenpora #olimpiade #cabor #olahraga #unggulan #2024 #zainudinamali

Komentar Anda
Komentar