Hello,

Reader

TAJUK: Hari Ibu 2019, Ketidakadilan dan Kemiskinan
TAJUK: Hari Ibu 2019, Ketidakadilan dan Kemiskinan

Tugas seorang ibu sangat berat. Apalagi, di era saat ini, mereka juga dituntut untuk multi tasking (tugas ganda). Harus diakui saat ini sudah banyak ibu yang bisa menjalankan tugas-tugasnya di rumah tangga, sosial, politik maupun lainnya.

Pada peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Minggu (22/12/2019) berbagai harapan dan puja-puji disampaikan kepada ibu.  Seorang ibu menjadi tiang Negara, sehingga dia harus tangguh dan berdaya secara ekonomi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam momen peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2019 berpesan kepada kaum perempuan agar tidak pesimistis pada kemampuan, serta tidak menyerah pada keadaan.

Risma mengatakan, bagi perempuan siapapun dia, entah berpendidikan atau tidak. Kita tak boleh menyerah dalam situasi apapun. Kalau kita menyerah, maka anak-anak kita ikut lembek. Sebaliknya, jika semangat, meski dalam kondisi berat, anak-anak kita akan ikut semangat.

Harus diakui bahwa kesuksesan dalam bidang apapun bisa diraih oleh kaum perempuan. Namun, menurutnya, seringkali kalangan perempuan terkadang lupa, manakala sudah mendapatkan akses yang lebih tinggi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan perempuan Indonesia sudah mengalami kemajuan pesat tetapi masih dihadapkan pada ketidakadilan, seperti pelabelan, beban ganda, subordinasi, dan marjinalisasi baik di masyarakat maupun di dalam keluarga.

Bintang mengatakan menjadi tugas seluruh elemen masyarakat untuk melawan ketidakadilan bagi perempuan agar bisa membukakan jalan bagi generasi selanjutnya.

Permasalahan dan kondisi yang dihadapi perempuan dari generasi ke generasi bisa saja berbeda. Namun, satu hal yang tidak pernah berubah adalah semua perempuan adalah pejuang. Baik pejuang di dalam keluarga, ekonomi, maupun pendidikan.

Seperti diketahui, puncak Peringatan Hari Ibu dihadiri istri Wakil Presiden Wury Ma'ruf Amin, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. 

"Tema Peringatan Hari Ibu 2019 adalah 'Perempuan Berdaya Indonesia Maju'.

Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Ibu yang jatuh pada Minggu (22/12/2019) menilai wajah Indonesia dibentuk atas jasa para ibu.

Menurut Presiden, kaum ibu memiliki akses dan kesempatan yang luas dalam mengabdi kepada bangsa. Kaum ibu memiliki peran dan kekuatan baik di bidang ekonomi, politik, sosial, serta kemasyarakatan.

Perempuan juga berjasa membangun peradaban bangsa melalui pengasuhan anak dalam keluarga. Menurut Presiden, perempuan yang berdaya adalah wujud Indonesia yang maju.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga mengatakan Peringatan Hari Ibu 2019 harus menjadi momentum untuk memberdayakan perempuan di seluruh Indonesia.

Perempuan di seluruh pelosok Indonesia harus bisa berdaya. Untuk itu seluruh anak bangsa terutama organisasi perempuan untuk berperan aktif dalam memberdayakan perempuan di seluruh Indonesia. 

Harapan kita, kesetaraan gender harus terus diupayakan oleh pemerintah. Tak bisa ditampik, perempuan memiliki peran yang sangat vital dalam pengelolaan rumah tangga sekaligus pembangunan bangsa.

Terkait hal ini, R.A Kartini jauh-jauh hari telah berpesan, “berilah pelajaran kepada anak-anak perempuan, dan dari sinilah peradaban bangsa dimulai. Jadikanlah mereka ibu-ibu yang cakap, cerdas dan baik, maka mereka akan menyebarluaskan peradaban di antara bangsanya kepada anak-anak peradaban, dan kepandaian mereka akan diteruskan.” 

Diakui, ketidaksetaraan gender mengakibatkan dampak negatif dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga pertahanan dan keamanan. 

Beberapa lembaga internasional melihat ketidaksetaraan gender memiliki hubungan yang kuat dengan kemiskinan, ketidaksetaraan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga akses keuangan.

Karena itu, perempuan harus diberikan akses yang sama dengan laki-laki. Kita harus sepakat bahwa perempuan dan laki-laki bisa memperoleh akses, partisipasi, kontrol, manfaat yang sama dalam proses pembangunan.



#Hariibu #wanita

Komentar Anda
Komentar