Hello,

Reader

Perpustakaan MAHYA Abadikan Nama M Asad Shahab Jadi Ruang Baca 
Perpustakaan Kanzul Hikmah Majelis Ikmah Alawiyah (MAHYA) mengabadikan salah satu tokoh nasional pejuang kemerdekaan Indonesia menjadi nama ruang baca.
Perpustakaan MAHYA Abadikan Nama M Asad Shahab Jadi Ruang Baca 

Jakarta, HanTer - Perpustakaan Kanzul Hikmah Majelis Ikmah Alawiyah (MAHYA) mengabadikan salah satu tokoh nasional pejuang kemerdekaan Indonesia menjadi nama ruang baca. Tokoh yang diabadikan tersebut yakni M  Asad Shahab, pendir'r APB (Arabian Press Board), kantor berita yang menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia di Timur Tengah.

Ketua Umum MAHYA, Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan mengatakan, diabadikannya nama M  Asad Shahab menjadi ruang baca Perpustakaan Kanzul Hikmah MAHYA karena sosok M Asad Shabab yang sangat istimewa. Apalagi M Asad Shabab juga menjadi salah tokoh nasional yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga kemerdekaan Indonesia banyak didukung negara-negara lain.

"Ini wujud kecintaan anak bangsa untuk mengabadikan nama beliau (M Asad Shabab). Ini masih kecil jika dibandingkan dengan jasa-jasa beliau," ujar Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan usai peresmian ruang baca M. Asad Shabab Perpustakaan Kanzul Hikmah MAHYA di Jakarta, Senin (23/12/2019).

Sementara itu Sayyid Mutholib Shahab, ahli waris M Asad Shahab mengaku tidak terpikir bahwa nama M Asad Shahab diabadikan menjadi ruang baca di Perpustakaan Kanzul Hikmah MAHYA. Karena selama hidupnya M. Asad Shabab tidak memikirkan namanya akan dikenang oleh generasinya. Apalagi ketika semasa hidupnya M. Asad Shahab sangat ikhlas dalam menyampaikan berita kemerdekaan Indonesia ke negara lain.

"PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) memang merekomendasikan M. Asad Shahab menjadi pahlawan nasional," jelasnya.

Sementara itu mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab mengatakan, sosok M. Asad Shabab semasa hidupnya memang tidak mengejar nama atau populeritas. Karena yang dilakukan M. Asad Shahab betul - betul melaksanakan apa yang ditugaskan negara dengan penuh ikhlas. Tidak heran yang dilakukan M. Asad Shahab membuat negara - negara Timur Tengah mengakui kemerdekaan Indonesia.

"Yang dilakukan M. Asad Shahab membuktikan kemerdekaan Indonesia mendapat pengakuan negara Arab. Hal itu tidak terlepas dari upaya beliau (M. Asad Shabab) memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia. Sehingga berita kemerdekaan Indonesia bisa meluas ke negara lain," tandasnya.

Dalam sejarah tercatat, M. Asad Shahab, wartawan keturunan Hadramaut, Yaman, memang berperan penting dalam pengakuan kedaulatan Indonesia di dunia internasional. Kemerdekaan Indonesia pertama kali diakui oleh negara-negara Timur Tengah di antaranya Mesir. Melalui APB (Arabian Press Board), lembaga kantor berita pada masa itu, M. Asad Shahab mengabarkan kemerdekaan Indonesia.

Berita-berita APB diterjemahkan dalam bahasa Arab oleh penyiar RRI dan diterima oleh pelajar-pelajar Indonesia yang ada di Mesir. Berita yang dikirim sepotong-sepotong, kemudian dikumpulkan dan dituliskan dalam media Mesir. Berita-berita itu diteruskan dalam konferensi Liga Arab. Walhasil, negara-negara Islam d1 Tumur Tengah bersimpati dan memberikan dukungannya. 

Asad Shahab lahir di Jakarta pada 23 September 1910 dari keluarga Betawi berdarah Arab. Ayahnya, Ali Shahab adalah Tokoh Arab Betawi yang termasuk salah seorang tokoh perintis Jamiat Kheir. Pada 2 September 1945, M. Asad Shahab mendirikan kantor berita Arabian Press Board (APB). Kata Arab dibubuhkan guna mengelabui Belanda yang berupaya menekan atau membubarkan setiap gerakan berbau Indonesia. 

Produk media APB cukup beragam. Mulai dari buletin harian, suratkabar, dan majalah berkala. Selain koreponden di berbagai negara, pendistribusian APB terbantu oleh Kementerian Luar Negeri yang mengirimkan buletin harian ke seluruh perwakilan RI di luar legeri. Dari berita APB, negara-negara Timur Tengah mengetahui keadaan yang terjadi di Indonesia. 



#KanzulHikmahMAHYA

Komentar Anda
Komentar