Hello,

Reader

 Kasus Pinjaman Online Ilegal WN China Pekerjakan 76 Karyawan
Kasus Pinjaman Online Ilegal WN China Pekerjakan 76 Karyawan

Jakarta, HanTer - Perusahaan pinjaman daring (online) ilegal yang berkantor di Penjaringan, Jakarta Utara, mempekerjakan 76 karyawan.

 

"Mereka sudah termasuk HRD, supervisor, hingga 'desk collector'-nya," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Budhi Herdi di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (23/12/2019).

Kapolres menjelaskan para karyawan tersebut, selain mendapatkan gaji, juga mendapatkan bonus apabila mereka sukses mendapatkan data ataupun uang yang diambil dari nasabah.

Saat ini, status para karyawan itu sebagai saksi karena mereka bekerja berdasarkan perintah pimpinan. Namun pemeriksaan mendalam masih dilakukan terhadap para karyawan tersebut.

Polisi menetapkan lima tersangka, tiga warga negara China dan dua warga negara Indonesia. Tiga tersangka yang ditahan  yakni Mr Li, DS dan AR.

"Kami masih memburu dua warga negara China lainnya," tegas Budhi.

Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mengungkap perusahaan pinjaman "online" ilegal yang beroperasi di wilayah Penjaringan.

Dikatakan sebagai perusahaan ilegal karena tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas terhadap kegiatan-kegiatan keuangan.

Perusahaan ilegal itu bernama PT Vega Data (VD) dan PT Barracuda Fintech (BR) beralamat di Komplek Ruko Pluit Nomor 77-79, Jalan Pluit Indah Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.



#Penipu #modus #Pinjaman

Komentar Anda
Komentar