Hello,

Reader

Perjalanan Politik Ahmad Dhani, Pendukung Garis Keras Prabowo, Dipenjara dan Gagal jadi Anggota DPR
Prabowo Subianto dan Ahmad Dhani
Perjalanan Politik Ahmad Dhani, Pendukung Garis Keras Prabowo, Dipenjara dan Gagal jadi Anggota DPR

Jakarta, HanTer - Nama musisi Ahmad Dhani pada tahun 2019 selalu menjadi pusat perhatian. Sebagian besar karena aktivitas politiknya sebagai pendukung garis keras Prabowo Subianto.

Kegiatan musisi Dewa di dunia politik membuatnya tersangkut kasus hukum yang berujung dengan hukuman penjara selama setahun terakhir.

Berikut fakta-fakta sang musisi yang Antara himpun dari berbagai sumber:

1. Bebas dari bui dan kasus hukum tiga tahun terakhir

Ahmad Dhani akan menghirup udara bebas pada 30 Desember 2019 setelah vonis satu tahun penjara oleh Majelis hakim di Pengadilan Negeri Surabaya akibat kasus ujaran kebencian terhadap anggota Koalisi Elemen Bela NKRI pada tahun 2018.

Dia mengucapkan kata "idiot" di video blognya yang diunggah di laman Instagram, usai dihadang anggota Koalisi Elemen Bela NKRI. Saat itu Dhani hendak melakukan deklarasi #2019GantiPresiden di Hotel Majapahit, Surabaya.

Karena kasus itu, akun Instagram milik Dhani, @ahmaddnaiprast disita Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur pada November 2018 untuk jadi barang bukti. Setelah disita, nyaris tak ada unggahan baru dari akun Instagram itu.

Dhani sempat ditahan di rumah tahanan Kelas 1 Surabaya lalu dipindahkan ke rutan Cipinang, Jakarta Timur. Selama ditahan, dia mendapat remisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus selama satu bulan.

Sebelumnya, Dhani juga pernah menghadapi kasus hukum serupa. Pada tahun 2017, dia dilaporkan Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian ke Polda Metro Jaya pada 2017 karena beberapa cuitannya di Twitter dianggap menyebarkan kebencian kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Polisi lalu menetapkan Dhani sebagai tersangka karena melanggar Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45A Ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Januari 2019 akhirnya menjatuhkan vonis 1,5 tahun penjara pada Dhani.

Selain ujaran kebencian, Dhani juga pernah diumumkan polisi sebagai tersangka kasus makar. Dhani ditangkap di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat pada tahun Desember 2016.

Selain Dhani, sejumlah aktivis seperti Ratna Sarumpaet dan Rachmawati Soekarnoputri juga ditangkap polisi.

2. Disebut-sebut ikut Pilkada Surabaya 2020

Ahmad Dhani pada November 2019 disebut-sebut mengikuti Pilkada Surabaya 2020, karena ada seseorang yang mengaku sebagai utusan Dhani mengambil formulir pendaftaran calon Wali Kota Surabaya di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Surabaya.

Namun, melalui koleganya, Lieus Sungkharisma, dia membatah kabar itu. Dhani mengaku tidak ingin maju di Pilkada Surabaya 2020 dan tak mengenal orang yang mengambil fomulir itu.

3. Ikut nyaleg tapi gagal jadi anggota DPR

Ahmad Dhani pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif untuk dapil Jatim I yang melingkupi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoardjo dalam Pemilihan Umum 2019 melalui partai Gerindra.

Namun dia gagal melenggang ke Senayan dengan perolehan 40.148 suara. Selain Dhani, sejumlah selebritas juga menghadapi kenyataan serupa seperti Andre Hehanussa, Manohara Odelia dan Sundari Soekotjo.

Pertarungan Dhani di dunia politik namun berujung kegagalan juga terjadi pada Pilkada Bekasi 2017. Saat itu, dia yang mencalonkan diri sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Sa'aduddin Ahmad.

Dia dan Sa'aduddin kalah dari pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja yang unggul dengan perolehan 471.585 suara atau 39,82 persen.


#PrabowoSubianto #AhmadDhani

Komentar Anda
Komentar