Hello,

Reader

Pimpin Empat Jenjang Timnas, Shin: Saya Cukup Nyaman
Shin Tae-yong (ist)
Pimpin Empat Jenjang Timnas, Shin: Saya Cukup Nyaman

Jakarta, HanTer - Tugas berat di emban Shin Tae-yong ketika dirinya menjalani kesepakatan dengan PSSI. Sebab bukan hanya menggantikan peranan Simon McMenemy di skuad senior, juru taktik berpaspor Korea Selatan itu akan mendapat tugas tambahan memimpin tiga jenjang Timnas lain, seperti U-17, U-19 dan U-23.

Dengan begitu Shin Tae-yong otomatis akan menjadi arsitek timnas secara keseluruhan. Meski demikian, eks pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 lalu merasa tak terbebani. Sebaliknya ia cukup nyaman meski tugas berat berada didepan mata.

"Sangat ketat dan banyak sekali pekerjaan. Saya harus mengurus tiga Timnas berbeda (Senior, U-20, dan U-23). Asosiasi juga meminta saya untuk membantu Timnas U-17. Saya memilih mengiyakan semua tawaran PSSI itu. Saya akan sibuk, tapi saya merasa nyaman," kata Shin di kutip laman Joongang Daily, kemarin.

Ya, berdasarkan klausul, kehadiran Shin adalah sebagai manajer pelatih. Dimana jabatan tersebut bisa dikatakan sebagai peran yang terbilang baru di Indonesia. Menurut PSSI, Shin Tae-yong akan menjadi supervisi untuk Timnas Indonesia senior, U-23, U-19, dan U-17.

Supervisi adalah orang yang bertugas sebagai pengawas utama atau pengontrol tertinggi dalam sebuah pekerjaan. Shin Tae-yong ingin jabatan tersebut karena tertarik membenahi sepak bola Indonesia.

Akan tetapi yang menjadi prioritas Shin Tae-yong adalah Timnas Indonesia senior dan U-20 yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Rencananya, setiap timnas kelompok usia meliputi senior, U-22, U-20, dan U-16 memiliki pelatih kepala tersendiri yang di bawah pimpinan Shin Tae-yong. Khusus timnas U-16, pelatih kepalanya adalah Bima Sakti Tukiman.

Adaptasi
Dari kesemua tugas yang di embannya, tentu saja terpenting bagi Shin ialah melakukan adaptasi cepat terhadap atmosfer dan gaya permainan sepakbola Indonesia serta yang akan diterapkan.

Selama ini pelatih berusia 50 tahun itu dikenal menyukai gaya bermain yang sangat agresif dan lebih ofensif ketimbang defensif.

Shin Tae-yong punya jawaban bijaksana untuk pernyataan itu. "Saya harus menggunakan strategi yang cocok dengan tim. Melihat kondisi sepakbola di Indonesia, mereka tak bisa benar-benar memainkan sepak bola ofensif. Kami harus bersiap untuk sepak bola yang defensif," katanya.

Tapi, melawan negara-negara di ASEAN, kami akan menggunakan strategi yang lebih ofensif. Saat kami bermain melawan tim-tim kuat di Asia seperti Korea dan Jepang, kami harus bertahan. Kami harus memainkan sepak bola defensif secara efisien," sambung Shin Tae-yong kepada Ilgan Sports.

"Saya pikir alasan terbesar di balik pelatih hebat gagal sukses di negara asing adalah karena kegagalan menyesuaikan diri. Ini adalah upaya pertama saya sebagai pelatih kepala di negara asing. Saya pikir, yang paling penting adalah seberapa cepat dan seberapa baik saya menyesuaikan diri," pungkasnya.



#Shintaeyong #pelatih #timnas #indonesia #u19 #u23 #u17 #pssi #pialadunia2021

Komentar Anda
Komentar