Hello,

Reader

BNPB Catat 60 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor
ilustrasi. (Ist)
BNPB Catat 60 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor

Jakarta, HanTer - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban jiwa akibat banjir dan longsor yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangeran, Bekasi dan Banten terus bertambah.

Hingga Sabtu (4/1) pukul 18.00 WIB tercatat sebanyak 60 orang meninggal dunia dan dua orang masih diyatakan hilang. Jumlah tersebut terus bertambah dari sebelumnya pada Sabtu (4/1/2020), tercatat sebanyak 53 orang meninggal dunia dan satu orang hilang.

"Jumlah korban meninggal dunia per tanggal 4 Januari 2020, pukul 18.00 WIB, sejumlah 60 orang meninggal dan dua orang hilang. Terjadi penambahan jumlah korban meninggal di Kabupaten Lebak," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo dalam keterangannya, Minggu (5/1/2020).

Untuk daerah terdampak, BNPB mencatat 14 kabupaten dan kota terjadi banjir dan longsor dengan rincian Kabupaten Bekasi 18 kecamatan dan 34 kelurahan dengan jumlah pengungsi 2.800. Sedangkan kota Bekasi mencakup 12 kecamatan, 51 kelurahan dan tercatat 149.537 jiwa yang mengungsi. Kabupaten Bogor 13 kecamatan 33 kelurahan dengan jumlah pengungsi 2.173.

Selanjutnya di Kota Tangerang mencakup 13 kecamatan dan 42 kelurahan dengan 3.350 jiwa yang mengungsi, Kota Tangerang Selatan enam kecamatan 19 kelurahan dan 2.125, Kabupaten Lebak enam kecamatan 24 kelurahan 1.500 pengungsi. Kemudian, Kota Depok 11 kecamatan dan 18 kelurahan dengan jumlah pengungsi 105 jiwa.

Jakarta Timur terdampak banjir di empat kecamatan dan enam kelurahan dengan jumlah pengungsi 3.640. Sedangkan di Jakarta Barat tercatat enam kecamatan, 18 kelurahan terdampak banjir dan 2.887 jiwa yang mengungsi. Untuk wilayah Jakarta Selatan ada lima kecamatan, 10 kelurahan dan 4.209 yang mengungsi karena banjir. Dan di Jakarta Utara tercatat dua kecamatan, lima kelurahan dengan jumlah pengungsi 738.

Selanjutnya, di Kabupaten Karawang ada satu kecamatan dan satu kelurahan terdampak banjir, sedangkan di Kota Bogor ada enam kecamatan dan 16 kelurahan. Untuk kedua daerah tersebut tidak ada warganya yang mengungsi.

Cuaca Ekstrem

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa BNPB telah mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) seluruh Indonesia untuk aktif menginformasikan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat.

BNPB berharap, peringatan dini itu dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. “Hal itu tak terlepas dari hasil analisis BMKG mengenai kondisi dinamika atmosfer terkini. Laporan BMKG hari ini, Minggu (5/1/2020) menunjukkan potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia masih terjadi untuk sepekan ke depan,” katanya.

BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah nusantara.

Kondisi cuaca juga memicu terjadinya potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2,5 meter di beberapa wilayah perairan sebagai berikut untuk sepekan ke depan.

Maka itu, kata dia, semua pihak diimbau untuk waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem sepekan ke depan. “BNPB mengimbau masyarakat agar waspada dan siap-siap apabila terjadi bencana banjir, longsor dan puting beliung,” imbuhnya.



#bnpb #korban #banjir

Komentar Anda
Komentar