Hello,

Reader

Diperiksa Sebagai Pelapor; Novel Minta Kasusnya Diusut Tuntas
Diperiksa Sebagai Pelapor; Novel Minta Kasusnya Diusut Tuntas



Jakarta, HanTer - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya diungkap secara objektif.

 Hal itu diungkapkan Novel kepada wartawan saat keluar dari ruang pemeriksaan untuk Shalat Magrib di Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020).

"Saya ingin pengungkapan dilakukan seobjektif mungkin berdasarkan bukti dan fakta-fakta, tapi lebih lanjut kita akan bahas setelah saya memberikan keterangan," kata Novel

Ini bukanlah pertama kalinya dia diperiksa terkait kasus penyerangan yang menimpa dirinya.

"Pemeriksaan ini bukan pertama kali. Daya sudah pernah diperiksa di Singapura, kemudian saya juga telah memberi keterangan di KPK. Ini pemeriksaan lanjutan," ujarnya.

Novel Baswedan  memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel terjadi pada April 2017 dan berjalan selama dua tahun setengah tanpa ada penetapan tersangka.

Di ujung tahun 2019, Kepolisian akhirnya menangkap dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kedua pelaku yang berinisial RB dan RM adalah anggota polisi aktif. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan selama 20 hari di Bareskrim Polri.


Lanjutan Pemeriksaan di Singapura

Novel Baswedan  selesai diperiksa selama 10 jam oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Pengacara Novel Baswedan, Saor Siagian mengatakan, kliennya dicecar 36 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Novel telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, pertanyaan yang diajukan sesungguhnya lanjutan pemeriksaan beliau di Singapura di KBRI, ini ada sekitar 19 pertanyaan, dan hari ini dilanjutkan 36 pertanyaan," kata Saor di Gedung Ditreskrimum Polda Jaya

Sedangkan Novel mengatakan dirinya menyampaikan keterangan kepada penyidik dengan cukup panjang hingga mencapai 18 halaman.

"Tadi keterangan disampaikan dengan cukup panjang, antara 17 sampai 18 halaman barang kali ya, dan tadi dikatakan sama Pak Saor ada sekitar 36 pertanyaan, semua diterangkan," ujarnya.

Novel kembali berharap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya diungkap secara objektif.

"Saya ingin pengungkapan dilakukan seobjektif mungkin berdasarkan bukti dan fakta-fakta," katanya.

Novel Baswedan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai pelapor atas kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.


Ingin Bertemu Pelaku

Kuasa hukum penyidik senior KPK Novel Baswedan, Saor Siagian mengatakan, kliennya ingin bertemu dengan dua pelaku penyiraman air keras.

"Saudara Novel ingin bertemu dengan kedua tersangka," ujar Saor saat jeda pemeriksaan Novel di Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020)

Saor mengatakan, keinginan Novel untuk bertatap muka dengan kedua tersangka sudah disampaikan ke penyidik, namun belum terlaksana hingga saat ini.

Novel mengatakan, dua wajah tersangka itu tak mirip dengan orang yang menyiramkan air keras ke wajahnya.

Novel juga mengaku tak pernah bertemu dan mengenal RM dan RB selama berkarir di Kepolisian.


#Novel #Diperiksa #di #Polda

Komentar Anda
Komentar