Hello,

Reader

Lampaui Target, Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM Tembus Rp1,7 Triliun
Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo.
Lampaui Target, Penyaluran Dana Bergulir LPDB-KUMKM Tembus Rp1,7 Triliun

Jakarta, HanTer - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menorehkan sejarah sepanjang lembaga ini berdiri dengan mencatatkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp1,724 triliun atau 101,4 persen hingga akhir 2019.

“LPDB-KUMKM telah menorehkan sejarah sejak lembaga ini berdiri, yakni berhasil melampaui target realisasi penyaluran dana bergulir yang ditargetkan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Keuangan,” kata Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Kinerja positif juga dicapai dengan penerima dana bergulir sebanyak 10.875 penerima atau 145 persen dari target yang ditetapkan sebesar 7.500 penerima. “Dana bergulir LPDB-KUMKM setidaknya juga telah mampu menyerap tenaga kerja hingga 1,85 juta orang di seluruh Indonesia. Diharapkan dengan kapasitas yang ada tersebut dapat mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara global melalui Koperasi dan UMKM,” kata Braman.

LPDB-KUMKM juga melakukan funding melalui Pengalihan Dana Bergulir yang saat ini telah terealisasi sebesar 116% atau Rp23,1 miliar dari target tahun 2019 sebesar Rp20 Miliar. Pengalihan dana ini merupakan kelanjutan atas pengalihan dana program Kementerian Koperasi dan UKM yang telah disalurkan pada periode tahun 2000 hingga 2007.

Terobosan Baru

Untuk tahun ini, Braman mengungkapkan telah mencanangkan tiga strategi utama untuk meningkatkan kinerja LPDB-KUMKM dan mendukung program prioritas Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya terkait dukungan pembiayaan dan investasi.

Strategi itu, pertama, pembiayaan cepat dan murah. Kedua adalah Pinjaman Prioritas. “Tentunya dengan terobosan skema baru ini pinjaman LPDB-KUMKM langsung dapat meningkatkan daya saing pelaku Koperasi dan UMKM sektor riil, dalam memenuhi kebutuhan ekspor dan menjadikan substitusi import.” kata Braman.

Strategi yang ketiga dalah Konsolidasi Program Pembiayaan KUMKM. Di mana, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki telah mengusulkan payung hukum kepada Menteri Hukum dan HAM untuk dibentuknya One Gate Policy terhadap pembiayaan kepada Koperasi dan UMKM di Indonesia. Saat ini kebijakan tersebut sedang dirancang oleh LPDB-KUMKM agar kedepannya program pembiayaan yang ada dapat termonitor dengan tepat sasaran serta tidak saling tumpang tindih.

Lebih lanjut, Braman menjelaskan bahwa pada tahun 2020 beberapa indikator target LPDB-KUMKM telah dinaikkan, diantaranya adalah kenaikan porsi penyaluran sebesar 8,8% dari tahun 2019 menjadi Rp 1,85 Trilyun dan kenaikan target penerima dana bergulir baik langsung ataupun tidak langsung sebesar 33% menjadi 10.000 (sepuluh ribu) UMKM penerima dana bergulir.

Selain itu, pada tahun 2020 beberapa channel distribusi penyaluran pinjaman/pembiayaan juga akan digunakan, antara lain dengan memanfaatkan lembaga Fintech, BLUD, perusahaan penjamin dan kerjasama dengan jaringan offtaker atau avalis yang telah ada. (Arbi)

 


#lpdb #kumkm #dana-bergulir

Komentar Anda
Komentar