Hello,

Reader

Miris, Puluhan Artis dan Publik Figur Terseret Kasus Investasi Bodong
Deretan artis korban investasi bodong Memiles
Miris, Puluhan Artis dan Publik Figur Terseret Kasus Investasi Bodong

Jakarta, HanTer-- Sederet artis Indonesia harus terseret investasi bodong yang dilakukan pihak Memiles. Tak tanggung, tanggung omzet investasi bodong tersebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Artis yang terseret namanya, antara lain, Eka Deli (RD), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, Adjie Notonegoro (AN), dan Judika (J).  Ada juga publik figur berinisial TM, ID, ZG, UGB, dan MJ. MJ disebut-sebut adalah Mulan Jameela.  Mereka semua akan dipanggil terkait mekanisme operasional.

Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan tiga figur publik yang diduga terlibat kasus investasi bodong MeMiles telah mengonfirmasi hadir untuk diperiksa sebagai saksi pada pekan depan.

"Ada beberapa figur publik yang sudah konfirmasi hadir pada Senin, Selasa dan Rabu, pekan depan. Inisialnya ED, MT, dan AN dan mungkin membawa reward," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan di Mapolda Jatim di Surabaya, Jumat (10/1).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengemukakan, semua artis tersebut akan dimintai keterangan lebih lanjut terkait sejauh mana keterlibatan mereka dalam operasional Memiles. Penyidik juga akan menggali perihal apakah ada aset yang diberikan Memiles pada para artis.

"Keterangan didapat setelah proses pengambilan keterangan para saksi ini. Apakah, reward-nya seperti apa? dan bagaimana sistemnya?" terangnya.

Trunoyudo menambahkan para publik figur artis tersebut dipanggil dalam waktu yang berlainan dan tidak bersamaan waktunya.

Menurut rencana, Eka Deli dijadwalkan Senin (13/1), Marcello Tahitoe dijadwalkan Selasa (14/1), Sedangkan Adjie Notonegoro dan Judika dijadwalkan Rabu (22/1). "Panggilannya tidak bersamaan. Tapi penyidik akan menyampaikan proses ini," kata dia.

Sedangkan, untuk tiga orang artis yang dipanggil untuk mendatangi Mapolda Jatim pekan depan yakni Eka Deli, Marcello, dan Judika merupakan surat panggilan pertama.

Selanjutnya, pemanggilan kepada desainer Adjie Notonegoro pada pekan depan, kata Truno merupakan dari surat pemanggilan kedua. "Ada beberapa yang sudah kedua (surat panggilan kedua) ya saudara AN itu kedua," tuturnya.

Sebelumnya, Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan mengaku pihaknya menduga adanya puluhan figur publik lain yang juga terlibat dalam investasi bodong ini.

"Kalau figur publik kalau jumlah detail kita belum bisa datakan. Tapi ada lah puluhan ini ada artis. Bisa artis bisa yang dikenal oleh publik sebagai figur," kata Gidion.

Ditambahkan Gidion, peran para figur publik ini juga beragam. Ada yang ikut menerima reward, ada yang ikut berinvestasi hingga ada pula yang hanya menerima endorse.

Sementara ini, kata dia, Gidion menyebut pihaknya baru memanggil empat di antara puluhan artis tersebut. Empat artis ini akan diperiksa sebagai saksi.

Sayang, hingga kini keempat artis tersebut belum bisa dimintai konfirmasi oleh media. Mereka memilih bersembunyi dari pemberitaan.

"Kalau figur publik kalau jumlah detail kita belum bisa datakan. Tapi ada lah puluhan ini ada artis. Bisa artis bisa yang dikenal oleh publik sebagai figur," kata Gidion.

Ditambahkan Gidion, peran para figur publik ini juga beragam. Ada yang ikut menerima reward, ada yang ikut berinvestasi hingga ada pula yang hanya menerima endorse.

Sementara ini, kata dia, Gidion menyebut pihaknya baru memanggil empat di antara puluhan artis tersebut. Empat artis ini akan diperiksa sebagai saksi.

Derita Korban Investasi

Menurut Ketua Komunitas Members Memiles, Intan mengklaim, mereka tak pernah berinvestasi melainkan top-up atau isi ulang uang minimal Rp 50 ribu di aplikasi itu. Setelah top-up baru dapat hadiah.

Selain itu, ia juga menilai sejumlah artis yang terlibat di Memiles bukan terseret. “Kan dia (artis sebagai member, jadi boleh-boleh saja. Kan namanya mereka member juga seperti kita,” kata Intan kepada Harian Terbit, di Grand Sahid Hotel Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dikatakan Intan, Memiles adalah aplikasi periklanan yang dapat digunakan untuk bisa pasang iklan dengan cara top-up, beli spot iklan," terangnya.

Dijelaskannya, setelah memasang slot iklan, nantinya dalam waktu 21 hari sampai 180 hari, anggota Memiles akan mendapatkan hadiah beragam seperti ponsel, sepeda motor, mobil, ataupun paket umrah.

"Hadiah itu dipilih oleh promoter, ada pendidikan ataupun kesehatan. Kalau pendidikan, ada yang bisa terbantu anaknya sampai S2,” tuturnya.

Karena itu, Intan tidak terima Memiles dituduh sebagai investasi bodong. Ia meminta aplikasi Memiles yang kini sudah tidak lagi bisa diakses, dapat diaktifkan.

Sebelumnya, kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin, bahkan telah memiliki 264 ribu nasabah atau member.

Dalam praktiknya, MeMiles juga menjanjikan hadiah fantastis dan tak masuk akal pada nasabah, semisal hanya dengan investasi ratusan ribu, nasabah sudah bisa membawa pulang sejumlah barang elektronik seperti TV, lemari es hingga AC.

Peminat MeMiles juga sangat besar, yakni dalam delapan bulan beredar mengantongi omzet mencapai Rp750 miliar. Polisi telah menetapkan dua tersangka dan sudah ditahan, yaitu KTM (47 tahun), warga Jalan Kintamani Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara; dan FS (52), warga Gang Masjid, Desa Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.



#InvestasiBodong #Memiles

Komentar Anda
Komentar