Hello,

Reader

Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Ditahan; Jampidsus Bantah Langgar Prosedur
Lima Tersangka Kasus Jiwasraya Ditahan; Jampidsus Bantah Langgar Prosedur

 


Jakarta, HanTer - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisman membantah penahanan terhadap lima tersangka kasus Jiwasraya melanggar prosedur hukum.

 Adi menegaskan dasar penahan yang dilakukan adalah KUHAP primer pasal dua dan subsider pasal tiga Undang-undang tindak pidana korupsi nomor 31 tahun 1999. 

"Saya kira kita tidak menyimpang dari KUHAP 184, keterangan saksi, kemudian surat dan lain sebagainya," ujarnya di Kejagung, Selasa (14/1/2020).

Sebelumnya kuasa hukum Benny Tjokro (salah satu tersangka yang ditahan) Muchtar Arifin meradang atas penahanan terhadap kliennya itu.

Mantan Wakil Jaksa Agung itu tidak menyangka jika penyidik bakal menahan para tersangka.

"Enggak boleh begitu dong. Enggak masuk akal, penetapan tersangka dan penahanan ini. Apa dasarnya? Buktinya apa," ujarnya.

Dia menyatakan sepanjang pemeriksaan sebagai saksi, Benny Tjokro patuh dan tidak ada bukti transaksi mencurigakan yang dimiliki.

"Penyidik kami pertanyakan. Dari pihak Jiwasraya saja belum ada tersangka. Kok dari luar Jiwasraya yang ditetapkan tersangka? Yang paling bertanggunjawab kan seharusnya pihak PT Jiwasraya. Bagaimana penyidik ini? Ada apa ini? Kok tidak profesional," ujar Muchtar Arifin.

Dia mengaku sedang memikirkan langkah hukum yang akan dilakukannya bersama kliennya Benny Tjokro.

Proses Cepat

Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, tim penyidik langsung menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya (Persero), kemudian melakukan penahanan.

"Dilakukan penahanan terhadap lima orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari kedepan dan penahanan," ujar Adi Toegarisman.

Kelima tersangka yakni Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, Harry Prasetyo, Hendriman Rahim dan Syahmirwan, mereka dijebloskan ke Rumah Tahanan yang berbeda. 

"Seperti diketahui juga, kita pisah penahanan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, di KPK Guntur, di KPK sendiri, di Cipinang dan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," jelasnya.

Adi menyatakan bahwa penahanan berdasarkan usul dari tim penyidik yang melakukan pengusutan.

"Ini sesuai kelanjutan dari penyidikan yang kita lakukan, usul dari penyidik, usul dari tim jadi pada para tersangka dilakukan penahanan di rutan berbeda," ujarnya. 

Adi menegaskan proses hukum terhadap lima tersangka telah sesuai aturan dan prosedur hukum yang berlaku.

Dugaan Korupsi Rp13,7 Triliun

Penyidik menduga adanya penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). 

Diduga akibat adanya transaksi-transaksi tersebut, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai dengan bulan Agustus 2019 menanggung  potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. 

Versi penyidik potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan.

Asuransi JS Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap klaim yang telah jatuh tempo sudah terprediksi oleh BPK-RI sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional.

Hal ini terlihat pada pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi yang dilakukan oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan High Risk ( resiko tinggi ) untuk mengejar High Return ( keuntungan tinggi ), antara lain penempatan saham sebanyak 22,4% senilai Rp 5,7 triliun dari Aset finansial.     

Dari jumlah tersebut, 5% dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik (LQ 45) dan sebanyak 95% nya dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Lalu penempatan reksadana sebanyak 59,1% senilai Rp 14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2% nya yang dikelola oleh manager investasi Indonesia dengan kinerja baik (Top Tier Management) dan 98% nya dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.


#LIma #Tersangka #Jiwasraya #Ditahan

Komentar Anda
Komentar