Hello,

Reader

Punya Modal dan Elektabilitas Baik, Sandiaga dan Anies Sosok Kuat Bertarung di Pilpres 2024
Punya Modal dan Elektabilitas Baik, Sandiaga dan Anies Sosok Kuat Bertarung di Pilpres 2024

Jakarta, HanTer - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyinggung Sandiaga Salahuddin Uno sebagai sosok kuat untuk Pilpres 2024, kerap diamini sejumlah kalangan.  Selain memiliki modal popularitas dan elektabilitas yang baik, Sandiaga juga disebut membayangi Anies Baswedan yang belakangan disebut-sebut punya kans kuat maju dalam pilpres 2024 nanti.

Politikus Gerindra, Ahmad Riza Patria, mengatakan, Sandiaga mempunyai tingkat elektabilitas yang baik. Termasuk Ketua Umum Partai  Gerindra Prabowo Subianto.

"Prabowo adalah tokoh, Sandi juga tokoh dari partai yang memiliki elektabilitas yang baik, popularitas yang baik, kita harapkan bisa terus diterima masyarakat dan tampil," ujar Riza di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Selain Sandiaga dan Prabowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mempunyai kans kuat untuk maju karena memiliki popularitas dan track record yang baik.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, sosok Anies diprediksi menjadi figur yang bakal maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Namun, hingga kini Anies belum memutuskan untuk berlabuh ke partai politik yang mana. 

“Pertarungan di 2024 cukup terbuka, tidak ada partai dan figur yang relatif mendominasi panggung politik. Ini nah diantara figur-figur yang diprediksi akan potensial maju ada nama Anies Baswedan," ucap Adi Prayitno, belum lama ini.

Menurutnya selain Anies Baswedan kan ada Ganjar, Risma dan Ridwan Kamil yang berpeluang menjadi capres.

Hendri Satrio, founder lembaga survei KedaiKOPI tersebut juga mengatakan, popularitas Sandi membayangi Anies Baswedan yang belakangan disebut-sebut punya kans kuat.

"Menarik, sekaligus angin segar untuk Sandiaga. Jadi minimal sudah ada yang endorse, menambah list. Sebelumnya Anies Baswedan, terus sekarang ada Sandiaga," ucapnya.

Apakah sandiaga jadi calon kuat? Menurut Hendri sangat bisa. Sebab ke depan yang masuk lingkaran nasional dan memiliki peluangnya maju ada di deretan pengusaha, selebritis, para menteri, anggota DPR, anggota parpol. Sedangkan, para kepala daerah harus bersama-sama berkompetisi dalam Pilkada serentak 2024.

"Jadi ada kekosongan panggung untuk calon dari kepala daerah. Dibandingkan dengan Anies, nama Sandi lebih berpeluang. Juga karena Sandi punya kendaraan politik," tukasnya.

Kandidat Kuat

Lebih lanjut Ahmad Riza Patria mengemukakan, partainya menghargai pernyataan Jokowi yang memberi kode Sandiaga sebagai kandidat kuat calon presiden 2024. Menurutnya, sapaan Jokowi itu bentuk penghormatan ke Sandiaga yang pada Pilpres 2019 menjadi rival.

"Artinya, pak Jokowi orangnya menghargai, menghormati karena itu kan acaranya di Hipmi. Kebetulan Sandi kan mantan ketua Hipmi, dan juga mantan cawapres, saya kira itu biasa aja dan sah sah saja," tuturnya.

Meski begitu, Riza mengatakan Gerindra belum fokus untuk Pemilu 2024. Partainya saat ini masih disibukan konsolidasi menatap Pilkada 2020.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi menyapa khusus Sandiaga Uno sebagai mantan Ketua Umum Hipmi. Awalnya Jokowi menyapa para peserta dan undangan, dari pimpinan MPR hingga para menteri. Setelah itu, Jokowi menyebut nama Sandiaga Uno.

"Yang saya hormati senior-senior Hipmi mantan ketua umum yang tidak bisa sebutkan satu per satu. Yang hafal hanya satu Bapak Sandiaga Uno," kata Jokowi di Ballroom Raffles Hotel, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).

Sosok Dibutuhkan

Disisi lain, harapan sosok Sandiaga turut berpartisipasi dalam perhelatan Pilpres 2024 juga diungkapkan oleh Senator DKI, Fahira Idris. Ia menilai, sebagai salah satu kandidat pada Pilpres 2019 lalu, tentunya Sandiaga memiliki modal politik yang cukup.

"Bang Sandi punya modal popularitas dan elektabilitas yang mampuni jika kita bicara soal Pilpres 2024. Jadi kalau bicara peluang, tentu peluangnya cukup besar," ungkapnya di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

"Saya termasuk yang berharap Bang Sandi kembali berpartisipasi dalam Pilpres 2024 karena beliau bagi saya adalah salah satu sosok yang memang dibutuhkan Indonesia di masa mendatang. Kemampuannya dan kapasitasnya saya yakin bisa membawa negeri ini lebih baik," terang Fahira.

Sementara terkait peluang Sandiaga akan bersanding atau berhadapan dengan Anies dalam Pilpres mendatang, menurut Fahira masih terlalu dini untuk memprediksi hal tersebut.

"Bisa iya, bisa juga tidak. Karena masih terlalu dini memprediksi hal itu. Politik sangat dinamis, tentu bisa setiap saat berubah. Bagi saya 2024 masih jauh. Sekarang sebaiknya kita fokus kerja dan memberikan konstribusi besar untuk masyarakat saja," ungkapnya.

Berpeluang Besar

Pengamat politik dan juga Dosen Komunikasi dan Marketing Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad turut mengamini pernyataan Presiden Jokowi yang sempat menyinggung Sandiaga Uno sebagai sosok kuat pada Pilpres pada 2024 mendatang. Menurutnya, peluang Sandiaga Uno menjadi Capres pada Pilpres 2024 sangatlah kuat, karena belum adanya sosok yang bisa menandingi tingkat elektabilitas Sandiaga Uno.

"Terlebih jika parpol tidak mampu memenuhi presidential threshold sebagai syarat mengajukan Capres," ungkapnya di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Selain itu, lanjut dia, para ketua umum saat ini tidak memiliki daya elektabilitas yang kompetitif dalam bursa Pilpres 2024. Serta, tidak memiliki kader yang memiliki tingkat elektabilitas diatas Sandiaga Uno atau bahkan dengan mudah tergoda untuk ‘menjual’ tiket capres yang dimiliki kepada para politisi nonkader.

Karena itu, ditegaskan Nyarwi, peluang Sandiaga Uno untuk maju dalam bursa Pilpres 2024, semakin besar. Bahkan, parpol yang mengusung atau mendukung Sandiaga Uno juga dinilai akan mendapatkan dampak yang luar biasa perolehan suaranya.

"Maka peluang Sandiaga Uno untuk maju dalam bursa Pilpres 2024 mendatang makin besar. Dan kondisi masing-masing parpol tersebut juga," tegas Nyarwi Ahmad.


#Pilpres #anies #sandi

Komentar Anda
Komentar