Hello,

Reader

Pocong Gentayangan di Kejagung Minta Penegakan Hukum Kasus Novel 
Dalam aksinya mereka mengingatkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk berlaku adil dalam penegakan hukum khususnya menindaklanjuti kasus Novel Baswedan yang diduga tersangkut kasus sarang burung walet di Bengkulu.
Pocong Gentayangan di Kejagung Minta Penegakan Hukum Kasus Novel 

Jakarta, HanTer  - Kelompok massa dari Corong Rakyat menggelar aksi Jumat Keramat di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). Dalam aksinya mereka mengingatkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk berlaku adil dalam penegakan hukum khususnya menindaklanjuti kasus Novel Baswedan yang diduga tersangkut kasus sarang burung walet di Bengkulu.

Dalam aksinya, massa juga menampilkan teatrikal sebagai bentuk protes agar penegakan hukum tidak tebang pilih dan tidak mati seperti pocong. Tampak Pocong yang berlumuran darah gentayangan berdiri di depan manusia bertopeng mirip Novel Baswedan saat aksi di pelataran Kejagung.

"Aksi ini dipersembahkan kepada Jaksa Agung sebagai pengingat saat pelantikan jabatannya dengan mushaf Al Quran berjanji akan menegakkan hukum seadil-adilnya. Maka itu jangan diamkan kasus Novel Baswedan," tegas orator massa Radja.

Sementara itu, Koordinator aksi Ahmad menilai upaya penegakan hukum yang tebang pilih dan cenderung diskriminasi terhadap kasus Novel Baswedan adalah sebagai bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi itu sendiri.

"Sama saja ini reformasi diperkosa. Mana yang kemarin teriak-teriak Ham, teriak-teriak KPK dilemahkan, reformasi dijarah. Mana suara kalian ? Bullshit, alias omong kosong. Rakyat kecil menagihmu sekarang untuk mendorong agar kasus dugaan penganiayaan Novel Baswedan saat menjabat sebagai Kasat Reskrim di Bengkulu bisa dituntaskan," jelasnya.

Ahmad mengaku pihaknya tak mengenal lelah untuk menyuarakan suara rakyat yang sedang terdzolimi agar kasus penyidik KPK Novel Baswedan ini berkasnya bisa dilimpahkan ke Pengadilan.

"Kami sudah berhari-hari didepan Kejaksaan Agung untuk mendesak agar Novel Baswedan diadili. Ghirah kita tetap berkobar sampai tuntutan kami dipenuhi. Kami akan kawal terus kasus Novel, jangan sampai pelaku pelanggar HAM bebas berkeliaran dan hukum jangan dimatikan seperti pocong. Sudah sewajarnya Kejagung menuntaskan kasus ham ini," pungkasnya.

Dalam satu kesempatan Novel Baswedan sudah membantah keterlibatannya dalam kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet  pada 2004 lalu itu. Novel juga menyebut penuntutan kasus tersebut dihentikan kejaksaan, walau sempat masuk ke pengadilan. "Hal itu semakin memperkuat dugaan selama ini bahwa dibalik ini semua aktor intelektualnya, yang itu-itu saja orangnya," beber Novel. 


#AniesBaswedan

Komentar Anda
Komentar