Hello,

Reader

Kemenpora Matangkan Roadmap Sepakbola Indonesia
Forum peningkatan prestasi sepakbola yang terencana dan berkesinambungan dalam rangka penyusunan roadmap prestasi olahraga
Kemenpora Matangkan Roadmap Sepakbola Indonesia

Jakarta, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama stakeholder matangkan draft roadmap Sepakbola Indonesia sesuai dengan terbitnya Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, sebelum roadmap itu ditandatangani oleh Menko PMK, selaku pengemban amanah.

Forum yang digelar oleh Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora di Jakarta selama dua hari (22-23/1/2020) itu tujuan besarnya adalah apa yang harus dilakukan oleh Kementerian/Lembaga dan Kepala Daerah menjadi optimal, namun sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Chandra Bhakti, selaku Plt Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora berharap pembahasan draft roadmap ini akan menghasilkan manfaat yang besar bagi prestasi olahraga, khususnya dicabor sepakbola, di mana akan tumbuh sinergitas dari para pemangku kebijakan.

Pembahasan tersebut meliputi antara lain seperti infrastruktur, kompetensi SDM, pengembangan bakat, struktur kompetisi, tata kelola dan aturan terkait pendanaan dengan rencana aksi nasional meliputi peningkatan jumlah lapangan dan stadion sepakbola dengan kelengkapan standar internasional yang ditetapkan oleh FIFA, membangun pusat latihan tim nasional sepakbola, meningkatkan sport science, nutrisi, gizi bagi atlet serta lainnya.

Sementara itu, Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta menyebut, ketika dulu menyusun roadmap persepakbolaan nasional, belum terpikir akan menjadi tuan rumah piala dunia, tapi sekarang piala dunia harus menjadi bagian dari road map tersebut, karena menurutnya piala dunia akan merangsang iklim persepakbolaan Indonesia, baik dari infrastrukturnya, maupun pembinaan usia muda.
.
Secara teknis, Kemenpora dan PMK bekerja keras untuk menyelesaikan roadmap secara matang sebagai guiden terhadap Kementerian/Lembaga bahkan Pemerintah Daerah yang ada di Inpres tersebut. "Inpres cukup dipahami oleh K/L maupun Kepala Daerah, namun kongkrit program yang berisi aksi dan sasaran, kapan dilakukan, metode evaluasi untuk mengukur keberhasilannya, bagaimana sistem penganggarannya akan tertuang dalam roadmap, sehingga benar-benar memudahkan bagi K/L maupun Kepala Daerah untuk menjalankan Inpres tersebut," ucap Raden Isnanta, Kamis (23/1/2020).

Secara bertahap, lanjut Isnanta, meskipun sesungguhnya ada tahapan percepatan yang memang "wajib" untuk disegerakan, seperti contohnya sebuah pusat keunggulan latihan, maka pembangunan sebuah pusat latihan dengan keunggulan sport science, sdm, ujicoba, nutrisi dan peralatan pendukungnya harus disegerakan. "Kemudian setelah itu baru diikuti penyiapan kompetisi yang memenuhi standar FIFA dengan jumlah kompetisi pertahun dengan memperhatikan derajat kompetisi tersebut," ucap Isnanta.

"Itu namanya pengembangan secara inti yang ujungnya adalah prestasi, harus ada tempat latihan dan pertandingan. Tahap berikutnya kita perluas cara pembibitannya dengan membuat kantong-kantong pembinaan di daerah diperbanyak, disamping kompetisi di daerah juga jalan dengan fokus kepada usia muda. Kita jangan berfikir dulu membuat pusat pelatihan yang senior, senior nanti dibangun setelah yang junior ini ada, karena kita tidak bisa mencetak atlet hanya dari langsung yang senior," tambah pria asal Kulon Progo itu.

"Kita bangun dan siapkan yang junior ini hingga keren dulu, jika sudah terjadi proses latihan bagi yang junior, baru kita bangun camp untuk senior, sehingga saat junior sudah lulus SMA sudah ada tempatnya di senior. Yang harus dilakukan tahun ini dan tahun depan adalah segera membuat camp usia muda diatasnya akar rumput, biarkan festival grassroot berkembang di SSB-SSB, kemudian dari SSB itu kita bina supaya menghasilkan banyak talenta, kemudian ditampung dalam sebuah wadah tadi," terangnya.

Nantinya, lanjut Isnanta, akan ada tim Taskforce. Fungsi taskforce itu benar-benar mengkawal apakah roadmap itu dijalankan atau tidak, kemudian memberikan edukasi kepada yang macet, tidak hanya cukup, hanya dikasih buku roadmap percepatan pembangunan pesepakbolaan Indonesia, sehingga taskforce nanti diisi oleh orang-orang yang mengerti rohnya dari inpres tersebut.

Disisi lain, M. Nigara selaku staf khusus Kemenpora bidang Olahraga menyebut jika draft roadmap Sepakbola Indonesia ini menjelaskan dan menjabarkan makna dari Inpres Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.



#Roadmap #Sepakbola #Indonesia #Kemenpora #JokoWidodo #RadenIsnanta #ChandraBhakti #MNigara #Inpres

Komentar Anda
Komentar