Hello,

Reader

7 Parpol Usulkan Pelaksanaan Pilpres dan Pileg Dipisah
7 Parpol Usulkan Pelaksanaan Pilpres dan Pileg Dipisah

Jakarta, HanTer -  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali mendengarkan aspirasi dari para pimpinan partai politik (parpol). Kali ini Mendagri mengundang 7 sekjen parpol yang tidak tidak memenuhi Parliamentari Threshold pada Pemilu Tahun 2019 dan tidak duduk di kursi Parlemen. Dalam pertemuan itu parpol di antaranya mengusulkan untuk memisahkan pelaksanaan Pilpres dan Pileg.

Ke 7 sekjen parpol tersebut, yakni Sekjen DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Sekjen DPP Partai Persatuan Indonesia (PPI), Wakil Sekjen DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sekjen DPP Partai Berkarya, Sekjen DPP Partai Bulan Bintang (PBB), Sekjen DPP Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sekjen DPP Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda). Pertemuan dilakukan di Ruang Rapat Mendagri, Gedung A Kantor Kemendagri Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (29/01/2020).

Sekjen DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso Budi memaparkan, ke 7 Sekjen Parpol di antaranya mengusulkan untuk memisahkan pelaksanaan Pilpres dan Pileg, sehingga tak dijadikan dalam satu hari penuh. Bagi Sekjen DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso maupun keenam Sekjen lainnya, hal ini dapat meminimalisasi adanya permasalahan dalam keserentakan pelaksanaan Pileg dan Pilpres dalam satu hari.

“Yang tadi kita urun rembuk dan Mendagri menyambut positif juga ialah kita tadi rata-rata, kami bertujuh mengusulkan agar pemilihan serentak untuk Pilpres dan Pileg untuk ke depan ditiadakan alias dipisahkan, jadi agar nanti pemilihan presiden di sebuah hari tertentu, pemilihan legislatif di sebuah hari tertentu lainnya, karena begitu diserentakkan kemarin (Pemilu Serentak tahun 2019) yang terjadi adalah terjadi sengkarut yang alang kepalang luar biasanya,” tuturnya.

Dengan masuknya usulan RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dalam program legislasi (prolegnas prioritas) tahun 2020, sambung Budi, maka ke 7 Sekjen Parpol tersebut berharap penuh pada Mendagri untuk membawa aspirasi dan menghasilkan produk UU yang berkualitas bersama DPR.

“Kami tadi bersepakat agaknya ini jalan tol atau pintu tol yang dibuka oleh Pak Tito dan kami tadi menyambut sangat gembira suka-cita setidaknya curhat kami tertampung atau terdengarkan, termasuk membahas masalah-masalah itu. Ini terus terang tadi kami mengapresiasi semua yang dilakukan oleh Pak Mendagri dan jajarannya terhadap ikhtiar ini, kita doakan saja, bareng-bareg kita bangun negeri ini dengan demokrasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Para sekjen papol itu mengapresiasi forum silaturahmi tersebut. Budi mengatakan, dalam pertemuan tersebut berdiskusi banyak hal terkait isu-isu kebangsaan salah satunya membahas tentang tata aturan perundangan politik di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, sambung Budi, Mendagri juga membuka kesempatan bagi ke 7 Sekjen Parpol untuk mengemukakan gagasan pikirannya terkait sistem politik di Indonesia.


#Pilkada #pilpres #pemilu #kpu #partai

Komentar Anda
Komentar