Hello,

Reader

Piala Presiden Bawa Hikmah Positif Tentang Esports
Jumpa Pers Grand Final Piala Presiden Esports 2020 (Eka/HanTer)
Piala Presiden Bawa Hikmah Positif Tentang Esports

Tangerang, HanTer - Banyaknya stigma negatif tentang kehadiran Esports belakangan ini perlahan seakan memudar. Sebelumnya, kerap terjadi kontradiksi, baik antara orang tua dengan anak, guru dengan murid serta pelaku olahraga dengan pemangku Esports yang keberadaannya acap ditentang.

Sebagai contoh di keluarga. Esports yang memang mayoritas digemari anak-anak maupun remaja, keberadaannya sempat menuai pro dan kontra dari para orang tua. Ada yang mendukung, dan banyak pula yang menolak.

Namun seiring berjalannya waktu, olahraga elektronik itu seakan mulai diterima segenap orang tua setelah adanya pembuktian berupa prestasi yang di torehkan oleh para si buah hati. Khususnya, ketika bukti itu diperlihatkan saat mengarungi gelaran bertajuk Piala Presiden Esports 2020.

Seperti halnya dengan Aby Ramadhan yang menyabet gelar juara dalam permainan Mobile Premier League (MPL) kategori potong buah atau Fruit Dart. Ia sukses meraih trofi usai mengalahkan para rivalnya sehingga guyuran hadiah pun membanjirinya. Termasuk giant check sebesar Rp125 juta.

Aby, yang berdomisili di Jakarta Timur, turut bersyukur atas hasil yang dituai dari jerih dan pengorbanannya selama ini. Sehingga trofi juara berhasil diraihnya. Menurut dia, selain berlatih dengan gigih, doa serta restu dari orang tua menjadi faktor pendukung terhadap kesuksesannya di Piala Presiden Esports tahun ini.

Tak lupa doa dan dukungan dari orang tuanya, ia pun segera memberikan hadiah manis kepada keduanya, yakni dengan memberangkatkan Umrah ke Tanah Suci dari hasil juara yang diraihnya. 

"Uang (bonus juara -red) yang saya dapat, pertama-tama akan saya gunakan untuk umroh kedua orang tua saya dan selebihnya akan saya tabung. Mudah-mudahan kedepan saya bisa lebih baik dan bisa kembali menjadi juara lagi," kata dia, kemarin.

Contoh tersebut membuat Esports, kini bukanlah sebagai 'musuh' dari sejumlah pihak terkait. Sebab, banyak hal positif yang di petik dalam olahraga elektronik tersebut. Selain membuka peluang generasi millenial untuk menyalurkan hobi, Esports juga membuka jalan anak bangsa dalam mengukir prestasi serta industri.

Itu dibuktikan setelah Piala Presiden Esports 2020 di dukung penuh empat kementerian, seperti KSP, Kemenpora, Kemenparekraf dan Kemkominfo. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, pun sepakat bahwa olahraga tersebut wajib didukung penuh. 

Amali mengatakan, kejuaraan olahraga elektronik profesional harus terus digelar agar memberikan dorongan kuat terhadap pertumbuhan ekosistem Esports. 

“Esports semakin tinggi peminatnya. Dalam Piala Presiden Esports ini bahkan diikuti oleh hampir 180.000 peserta dan melibatkan negara-negara lain. Ini hal yang sangat positif sehingga pemerintah memberikan apresiasi dan akan terus mendorong pengembangannya,” paparnya. 

Setali tiga uang dikatakan Sandiaga Uno selaku Wakil Dewan Penasehat PB Esports Indonesia. Ia pun menilai, olahraga tersebut berpotensi besar menjadi salah satu lumbung medali bagi Indonesia bila kelak mulai di pertandingkan di Olimpiade.

Untuk itu, ia berharap dukungan penuh dari semua pihak untuk memajukan Esports yang baru seumur jagung. "Kami dari PB seperti bayi yang baru lahir, kami ingin mendorong agar lebih banyak lagi kegiatan yang positif dikerjakan para stakeholder, supaya dapat tumbuh dan berkembang," kata Sandiaga.

"Tahun ini pesertanya, penggemarnya juga meningkat. Semoga secara kolektif, bisa ditata regulasinya, kompetisinya bisa dibina agar bisa jadi atlet kelas dunia. Indonesia punya itu semua. Insya Allah di Olimpiade, Indonesia bisa berkibar," pungkasnya.



#Pialapresidenesports2020 #freefire #grandfinal #icebsdcity #esports #olahragaelektronik #menpora #sandiagauno #marcianonorman

Komentar Anda
Komentar