Hello,

Reader

Soal Perusakan Masjid di Minahasa, Pengurus MUI Sesalkan Pernyataan Menag 
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi
Soal Perusakan Masjid di Minahasa, Pengurus MUI Sesalkan Pernyataan Menag 

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Anton Tabah Digdoyo mempertanyakan pernyataan dari Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi yang menyebut tempat ibadah yang dirusak masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah tempat ibadah yang ada di Indonesia. Apalagi, kata Menag jumlah masjid di Indonesia mencapai ratusan ribu. Sehingga jika ada yang dirusak satu atau dua harusnya tidak dibesar - besarkan.

"Menag bijaklah kalau Anda bicara merusak rumah ibadah kok dianggap kecil? Gak pantas Menag bicara seperti itu," ujar KH Anton Tabah Digdoyo, Minggu (2/2/2020).

Anton menegaskan, jika hendak melibas radikalisme di Indonesia maka kasus perusakan masjid di Minahasa adalah bentuk nyata dari tindakan radikalsme. Selama ini umat Islam juga tidak melakukan radikalisme tapi malah ada yang menuduh umat Islam radikal dan tidak toleran. 

"Saya sangat karib dengan umat dan masjid. Sungguh tidak ada di umat Islam Indonesia yang radikal apalagi masjid. Justru umat Islam sangat toleran, sangat menghormati agama lain karena Islam punya ajaran Laa ikroha fiddin, Lakumdinukumwaliadin," tegasnya.

Mantan jenderal polisi ini setuju sekecil apapun percikan api radikal dan intoleran harus dipadamkan. 

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi membuat pernyataan terkait kasus perusakan tempat ibadah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut). Fachrul mengatakan tempat ibadah yang dirusak masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah tempat ibadah yang ada di Indonesia.

“Sebetulnya kasus yang ada, kita bandingkan lah ya, rumah ibadah di Indonesia ada berapa juta sih? Kalau ada kasus 1-2 itu kan sangat kecil,” kata Fachrul di Kota Bogor.

Fachrul pun menjelaskan, perusakan tempat ibadah (Mushola) yang di Minahasa telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat. Fachrul menyatakan telah mengambil sikap untuk menindaklanjuti kasus itu dengan segera berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemeng Sumut).

Fachrul menegaskan, bahwa perusakan yang dilakukan di tempat ibadah merupakan aksi kriminal dan harus ditindak secara tegas.

“Jadi soal perusakan itu kita tunggu saja, karena itu sudah ditangani oleh aparat hukum kita tunggu proses hukum, karena tentunya dengan perusakan rumah ibadah ini pasti kriminal lah. Ndak boleh,” jelasnya.

Kendati demikian, Fachrul pun meminta, agar masyarakat tidak terprovokasi dengan aksi perusakan tersebut karena hanya akan memperkeruh situasi yang ada. “Kami juga menghimbau masyarakat agar jangan sampai ada yang terpancing! (Itu) merugikan umat dan bangsa,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengrusakan Mushola yang dilakukan sekelompok orang terjadi di Perumahan Agape, Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (29/1/2020) malam. 


#Menteriagama #perusakan #masjid #mui

Komentar Anda
Komentar