Hello,

Reader

Bubarkan Protes Migran di Lesbos, Polisi Yunani Tembakkan Gas Air Mata
Polisi anti huru hara Yunani menggunakan gas air mata saat ricuh terjadi dengan para demonstran pengungsi dan migran di luar kamp Kara Tepe, di pulau Lesbos, Yunani, 3 Februari 2020.
Bubarkan Protes Migran di Lesbos, Polisi Yunani Tembakkan Gas Air Mata

Athena, HanTer - Polisi Yunani menembakkan gas air mata untuk membubarkan para migran dan pengungsi yang memprotes pada hari Senin (3/2/2020) waktu setempat, tentang kondisi di kamp-kamp migran di pulau Lesbos dan lambatnya pemrosesan permintaan suaka.

Kekerasan pecah di dekat kamp Kara Tepe, kata seorang pejabat polisi, setelah ratusan orang berbaris dari kamp migran yang macet di pulau itu ke kota Mytilene.

Kelompok-kelompok bantuan menggambarkan kondisi kehidupan di beberapa kamp pulau Yunani sebagai hal yang mengerikan.

Seorang saksi mata Reuters mengatakan, para pengunjuk rasa kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Mereka memegang tanda bertuliskan "Kebebasan".

Beberapa menghindari pagar polisi dan menyeberangi lereng untuk mencapai Mytilene, di mana sebuah kelompok mencoba mendirikan tenda.

Lesbos telah menjadi salah satu gerbang utama ke Eropa bagi para migran yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan sekitarnya. Ratusan ribu orang melewati Yunani di puncak krisis migran Eropa pada 2015 dan 2016.

Tahun lalu, lebih dari 74.000 pengungsi dan migran tiba di Yunani, di antaranya 3.500 anak-anak, menurut badan pengungsi PBB UNHCR. Sebagian besar dari mereka tiba di pulau Lesbos, Chios dan Samos, menyeberang dari Turki.

Pemerintah konservatif yang dipilih pada Juli telah mengumumkan rencana untuk "mendekong" pulau-pulau itu, menutup kamp-kamp yang ada dan menggantinya dengan pusat-pusat penahanan yang akan memproses pendatang baru dan orang-orang yang permohonan suakanya ditolak.

Pusat-pusat yang akan ditutup termasuk kamp Moria di Lesbos, yang didirikan untuk menampung 2.850 orang tetapi menampung setidaknya lima kali lipat dari jumlah itu.

Pekan lalu, pemerintah mengatakan ingin memasang penghalang terapung di Laut Aegean, di luar Lesbos, untuk mencegah migran yang tiba di pantainya.



#Yunani #Imigran #Lesbos #

Komentar Anda
Komentar