Hello,

Reader

PBSI Patok Satu Emas di Tokyo
The Minions menjadi salah satu tulang punggung bulutangkis Indonesia di Olimpiade 2020
PBSI Patok Satu Emas di Tokyo

Jakarta, HanTer - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sementara ini enggan mematok target terlalu tinggi jelang bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020 yang dijadwalkan akan bergulir pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang.

Sejauh ini PP PBSI hanya berani untuk mematok satu emas pada olahraga tepuk bulu yang merupakan salah satu lumbung Indonesia dalam mendulang medali saat mengarungi kejuaraan multi event empat tahunan sejagat edisi 2020 di Tokyo, Jepang.

Hal tersebut dikatakan Achmad Budiharto selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI saat disambangi beberapa awak media di Jakarta. "Kalau bicara medali, sementara ini kita masih targetkan untuk satu emas dulu," kata dia saat menghadiri acara bertajuk Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum, Rabu (5/2/2020) lalu.

Ya, Indonesia memang bertekad untuk mempertahankan tradisi emas di Olimpiade, khususnya ketika kembali berjaya pada Olimpiade 2016 yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil. Saat itu kontingen Merah Putih menyabet satu emas melalui bulutangkis di nomor ganda campuran.

Fakta itu tak lepas dengan hasil yang diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir usai memenangi laga final. Pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini berhasil mengalahkan ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dengan straight game 21-14 dan 21-12.

Gelar tersebut sebagai pengobat rindu, karena sudah dinantikan oleh ratusan juta warga Indonesia. Sebab tradisi Indonesia meraih emas sejak 1992 dari cabang olahraga (cabor) bulutangkis sempat terhenti pada Olimpiade 2012 yang berlangsung di London.

Namun, banyak hal yang patut diwaspadai sejumlah atlet unggulan Indonesia dalam upaya mempertahankan tradisi emas pada Olimpiade 2020. Sebab, jadwal padat akan menghampiri tim pelatnas Cipayung dengan beberapa rangkaian turnamen pada Februari hingga Juni mendatang.

Seperti dipantau dalam laman BWF, setidaknya ada 11 turnamen bergengsi yang akan dijalani. Terdekat ialah Barcelona Masters yang bergulir pada 18 sampai 23 Februari 2020. Kemudian ada juga All England (11-15 Maret), Thomas dan Uber Cup di Denmark pada 16-24 Mei dan Indonesia Open pada 16-21 Juni mendatang.

Dan Indonesia Open akan menjadi gerbang akhir pebulutangkis Indonesia sebelum bertempur habis-habisan di Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan bergulir pada 24 Juli sampai 9 Agustus mendatang.

Sementara berbicara tentang mewabahnya virus corona, Budiharto berharap hal tersebut bisa di atasi dan antisipasi panitia penyelenggara. "Tentu ini menjadi kerugian bagi semua, bukan hanya Indonesia," tukasnya.

11 TURNAMEN JELANG OLIMPIADE 2020:
- Barcelona Masters: 18-23 Februari 2020
- Jerman Open: 3-8 Maret 2020
- All England: 11-15 Maret 2020
- Swiss Open: 17-22 Maret 2020
- India Open: 24-29 Maret 2020
- Malaysia Open: 31 Maret-5 April 2020
- Singapura Open: 7-12 April 2020
- New Zealand Open: 28 April-3 Mei 2020
- Piala Thomas Uber (Denmark): 16-24 Mei 2020
- Thailand Open: 9-14 Juni 2020
- Indonesia Open: 16-21 Juni 2020


#Pbsi #target #olimpiade #tokyo #2020 #bulutangkis #badminton #emas

Komentar Anda
Komentar