Hello,

Reader

Ustad Rizal: Ada Relawan Jokowi yang Ambisius Hingga Rela Tebar Fitnah
Ketua Relawan Dakwah Seknas Jokowi, Ustad Rizal
Ustad Rizal: Ada Relawan Jokowi yang Ambisius Hingga Rela Tebar Fitnah

Jakarta, HanTer - Ketua Relawan Dakwah Seknas Jokowi, Ustad Rizal, menyebut sekarang ini ada relawan-relawan Jokowi yang membuka kedok aslinya. Padahal, sejatinya relawan adalah komunitas masyarakat yang mendukung dan meyakini salah satu kandidat Pilpres akan membawa perbaikan dan kemajuan bagi negeri ini.

"Artinya dukungan kepada  kandidat (Jokowi) bukan hanya mendukung pribadinya untuk menjadi Presiden, tetapi relawan mendukung Jokowi untuk NKRI yang lebih baik dan maju," ujar Ustad Rizal di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Menurut Ustad Rizal, dengan motivasi akan membawa perubahan NKRI yang lebih baik maka relawan tidak berhitung untung rugi. Karena relawan bersifat rela dan ikhlas meski harus berkorban waktu, tenaga, pikiran bahkan dana, demi terpilihnya kandidat yang didukungnya. Namun ada di antara terutama para elit relawan yang ternyata tidak masuk dalam katagori Relawan Sejati.

"Mereka (relawan) tidak tulus dan ikhlas, dibalik gerakannya, ternyata ada maksud tersembunyi, mengincar jabatan atau posisi di pemerintahan atau BUMN, ketika tujuannya tidak terakomodir, maka mereka membuat ulah, bahkan menyerang lingkaran Istana," paparnya.

Ustad Rizal menyebut, ada satu di antara relawan yang tidak sejati, yang menurut sumber terdekat mengincar posisi jabatan Menteri atau Wakil Menteri, namun tidak terakomodir sehingga kemudian yang bersangkutan membuat ulah. Yang bersangkutan menebar fitnah bahwa Menantu Presiden Jokowi dan Moeldoko terlibat dalam kasus investasi Asabri sebesar Rp1 triliun

Ustad Rizal menyebut bahwa hal tersebut beraroma hoaks dan fitnah. Pasalnya, Direktur PT Asabri sendiri sudah mengklarifikasi bahwa tuduhan itu fitnah.

Demi mencegah merebaknya virus dendam, hoax dan fitnah di kalangan Relawan, Ustad Rizal berharap pihak berwenang memproses hukum para pembuat dan penyebar hoaks ini. Proses hukum dilakukan agar ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatan yang sama.



#RelawanJokowi

Komentar Anda
Komentar